RSS Feed for This PostCurrent Article

Konfigurasi BTS

Konfigurasi BTS harus mempertimbangkan beban, perilaku pelanggan, struktur permukaan, untuk menyediakan cakupan layanan frekuensi radio yang optimum di suatu area. Sehingga akan dihasilkan konfigurasi BTS yang berbeda-beda pula.

Konfigurasi Standar

Semua BTS memiliki identitas sel yang berbeda-beda. Sejumlah BTS (untuk kasus tertentu, sebuah BTS) membentuk suatu lokasi area. Gambar di bawah menunjukkan 3 lokasi area dengan 1, 3, 5 BTS. Sistem yang ada biasanya tidak tersinkronisasi (fine-synchronized), yang mencegah handover yang sinkron di antara semua BTS-nya. Untuk daerah urban dengan pertumbuhan kepadatan trafik, yang dapat berubah dengan cepat, dua konfigurasi berikut lebih layak.

bts1.jpg
Gambar BTS dengan konfigurasi standar

Konfigurasi Sel Payung (Umbrella Cell Configuration)

Konfigurasi ini terdiri dari satu BTS dengan daya transmisi yang tinggi dengan antena yang dipasang tinggi dari permukaan yang bertindak sebagai ” payung” untuk sejumlah BTSS dengan daya transmisi rendah dan diameter yang kecil. Awalnya konfigurasi ini kurang meyakinkan karena prinsip frequency reuse tidak dapat diterapkan untuk frekuensi sel payung di semua sel pada area itu dikarenakan interferensi. Interferensi dengan jarak yang lebih jauh menjadi pertimbangan kenapa menara televisi dan radio yang tinggi tidak diperbolehkan sebagai lokasi untuk antena-antena tidak lama sesudah antena digunakan untuk layanan pada awal pembangunan jaringan.

bts2.jpg
Gambar Sel payung dengan 5 sel yang lebih kecil

Konfigurasi sel payung masih mempunyai keunggulan di dalam situasi tertentu yang mebutuhkan pengaturan beban dan peningkatan jaringan. Sebagai contoh, ketika pengguna di mobil sedang bergerakkan pada kecepatan tinggi melalui suatu jaringan dengan sel-sel yang kecil, diperlukan proses handover yang hampir berurutan dari satu sel ke sel berikutnya adalah untuk memelihara suatu panggilan yang aktif. Situasi ini bisa diterapkan di setiap lingkungan kota yang banyak jalan raya. Akibatnya, handover ini menghasilkan peningkatan beban pensinyalan yang sangat berpengaruh untuk jaringan seperti halnya juga penurunan kualitas sinyal yang tak tertahankan bagi pengguna akhir. Pada sisi lain, sel kecil diperlukan untuk mengatasi tuntutan akan coverage di sebuah lingkungan kota.

Untuk mengatasi dilema ini maka digunakan sel kecil dan besar bersama-sama, yang disebut dengan konfigurasi sel payung (umbrella cell configuration). Sel payung dapat terlindung dari kelebihan beban akan trafik dari pergerakan pelanggan yang cepat. Kecepatan gerak pelanggan dapat ditentukan untuk memenuhi akurasi akan perubahan dari parameter timing advance (TA) atau delay propagasi. Nilainya terus diperbaharui di BSC setiap 480 milidetik (ms) dengan data yang disiapkan di dalam pesan MEAS_RES. BSC memutuskan apakah menggunakan sel payung atau sel-sel kecil lainnya. GSM belum memberi spesifikasi untuk konfigurasi sel payung, yang memerlukan fungsi tambahan di dalam BSC, yang merupakan fungsi pabrikan yang bersifat propietary.

Konfigurasi BTS Sektorisasi (Ko-lokasi)

Konfigurasi ini mengacu pada suatu formasi di mana beberapa BTS ditempatkan di titik lokasi tower yang sama. Dalam sebuah antenna di BS (Base Station), radiasi akan menyebar secara merata pada semua arah. Penambahkan beberapa antenna pengarah, akan membagi sektor tersebut menjadi 3 hingga 6 area yang lebih jelas (Masing-masing 120 dan 60 derajat atau mungkin 180 derajat), sehingga setiap sektor dapat beroperasi dengan frekuensi yang sama.

Masing-masing sel memiliki satu buah BTS yang digunakan untuk mengirim / menerima sinyal dan juga untuk interkoneksi antara Mobile Station (MS) dengan BSC (Base Station Controller). Sel masih dibagi lagi menjadi beberapa sektor, dimana misalnya Telkomsel dan beberapa operator lain biasanya membagi satu buah sel menjadi tiga sektor. Masing-masing sektor memiliki satu buah antena.

bts3.jpg

Gambar Antena Tiga Sektor

Biasanya diterapkan dengan beberapa BTS dengan sedikit TRX dan daya transmisi rendah. Seperti konfigurasi sel payung, ini digunakan kebanyakan di area dengan kepadatan populasi tinggi atau lingkungan urban. Konfigurasi ini mempunyai keuntungan sebagai berikut :

  • Cocok untuk suatu koneksi serial dari Abis-Interface. Konfigurasi ini berpotensi untuk menyelamatkan biaya-biaya untuk jalur akses ke BSC. Kalau tidak, maka lokasi yang jamak juga perlu jalur sambungan yang banyak.
  • Dari sudut pandang radio, keuntungan penggunaan sel 120 adalah frequency reuse di dalam satu sektor (satu arah) yang tidak menimbulkan interferensi dibanding dengan konfigurasi sel dengan antena omnidirectional.
  • Sektorisasi mempermudah permintaan akan frekuensi karena mampu meningkakan kapasitas dengan tetap mempertahankan radius sel dan memperkecil banyaknya sel.

bts4.jpg
Gambar Cakupan suatu area dengan 3 BTS sektorisasi. Setiap BTS melingkupi bagian 120

 

Karena penyektoran mengurangi wilayah cakupan sel dari kelompok kanal tertentu, banyaknya handoff juga akan bertambah. Namun demikian, jika banyak BTS baru yang menggunakan metode penyektoran ini, maka proses handoff MS dari satu sektor ke sektor lain dapat dilakukan tanpa campur tangan MSC.Kenyataannya, handover yang tersinkronisasi (fine-synchronized) mudah diterapkan di antara sel-selnya. Dengan demikian proses handoff seringkali sudah bukan merupakan masalah pokok lagi. Namun demikian, satu kanal dari tiap BTS harus digunakan untuk pembuatan BCCH (Broadcast Control Channel).

Refferensi

  • Krisna Murti, Dhany., “Operasi Jaringan Seluler GSM”, Laporan Kerja Praktek di PT. Telekomunikasi Selular Regional Network Operation Bali-Nusra, Departemen Elektro, Universitas Indonesia, 2005.
  • Heine, Gunnar., “GSM Networks: Protocols, Terminology, and Implementation”, Artech House, London, 1999.
  • Sunomo, “Pengantar Sistem Komunikasi Nirkabel”, Grasindo, 2004.

[MI.net Feb’06]

Trackback URL

  1. 39 Comment(s)

  2. By cah on Jun 21, 2007 | Reply

    cupiii dih

  3. By Riezno on Dec 26, 2007 | Reply

    Oooh begtu, cara konfigurasi BTS, terimakasih artikelnya yac. kalo prinsip kerja jaringan 3 1/2G gimana? apakah sama dengan G3? tambahan kecepannya dimana?
    -terimakasih-

  4. By riswan on Dec 26, 2007 | Reply

    Mas Riezno, jawabannya akan kami berikan dalam artikel yang khusus membahas ttg 3,5 G (HSDPA). InsyaAllah dalam waktu dekat ini artikelnya selesai. Tungguu aja yach…

  5. By Riezno on Dec 26, 2007 | Reply

    Terima kasih mas riswan, Saya Tunggu artikel selanjutnya, HiDup PerTelekomunikasian INDONESIA!!
    -Terimakasih-

  6. By boz on Dec 29, 2007 | Reply

    lumayan…

  7. By ipung on Jan 4, 2008 | Reply

    Ass”
    mas..!rudyno
    Perkenalkan aku ipung dari semarang.
    aku pingin tanya mas? apasih itu BSS Network Operation aku lagi cari artikel tentang BSS Network Operation bisa bantu aku ngejelasin nggak mas
    mas makasih ya sebelumnya..
    ^_^

  8. By Vap on Jan 20, 2008 | Reply

    mau naya donk mas,, kalau sebuah oerator mau bangun sebuah BTS hal-hal apa saja yg diperhatikan baik dari sisi peralatan komunikasi maupun proses pembangunannya??
    terima kasih banyak ya…

  9. By rijal on Jan 22, 2008 | Reply

    mau comment dikit ya, mudah2an bermanfa’t, kl ada yg salah tolong dibenerin aja.

    Dalam memabangun BTS, bbrp hal yang menjadi pertimbangan apakah di suatu tempat akan dibanun BTS baru atau tidak adalah :
    - coverage, apakah id daerah itu tidak ada coverage dan dibutuhkan coverage krn di daerah itu sangat potensial (misalnya).

    - performance, apakah performance di daerah itu buruk sehingga diperlukan tambahan BTS utk memperbaiki performance.

    - Kapasitas, apakah kapasitas chanell di BTS2 existing yg meng-cover daerah itu sudah sangat kurang sehingga dibutuhkan penambahan kapasitas dengan membangun BTS baru.

    Setelah dari pertimbangan di atas diputusan bahwa di suatu daerah diperlukan penambahan BTS baru, maka dengan data2 yang ada (ada performance, data coverage (dari drive test), dll) ditentukan lokasi terbaik dari BTS yang akan dibangun. Kemudian dilakukan site survey, untuk melihat possibility dibangun BTS di suatu tempat (apakah lokasinya memungkinkan utk dibangun BTS atau tidak). Dan ayang terpenting adalah ijin, baik dari pemda dan juga dari masyarakat sekitar. Kl nggak dapet ijin (uang amplopnya harus tebel ni), bisa2 BTSnya ntar baru dibangun, jalan menuju langsung diblokir warga. :) he he ..

  10. By dedi saut on Feb 3, 2008 | Reply

    thx yah ngebantu ngerjain Skripsi heheheh.

  11. By bangun on Mar 13, 2008 | Reply

    perkenalkan nama saya rizal..saya mau tanya tentang prinsip kerja HP dengan telepon kabel, apa bedanya, jelaskan juga kelemahan dan kelebiahnnya?

    kemudian berapa minimum dan maximum frekuensi BTS menurut peraturan di indonesia?

  12. By MARTINDANATA on Apr 17, 2008 | Reply

    Bagaimana sistem interconection yang menggunakana antena mini link dari satu BTS ke BTS yang lainnya dalam hal ini lawannya ?

  13. By david on Apr 17, 2008 | Reply

    Halo mas,
    terimakasih atas artikelnya.
    mas, ada artikel yang membahas tentang cara/sistem kerja perangkat didalam BTS.kalo bisa lengkap dengan perangkat pendukung yang ada di dalamnya serta gambar, kegunaan, cara karjanya.
    minta tolong cariin referensi tentang bagaimana langkah kerja cara menginstal BTS, commisioningnya mas?(bisa di ambil sample BTS vendor tertentu, Alcatel,NOKIASIEMENS,atau erricson) maaf kebanyakan maunya.mudah2an berguna buat temen2 yang lain.makasih banyak

  14. By david on Apr 17, 2008 | Reply

    Untuk Mas VAP,
    saya mau sharing sedikit aja.

    untuk membangun BTS biasanya si operator melakukan perencanaan terhadap cakupan area yang mau mereka cover,dari situ mereka akan menghitung berapa jumlah BTS yang akan tersedia.
    namun belakangan banyak operator dalam melakukan penambahan (new site) mereka cukup meletakkan BTS mereka dekat dengan BTS operator lain sebagai gambaran potensial market mereka.

    Setelah setiap titik tersebut selesai di plot di daerah yang dianggap potensial dan sesuai dengan perencanaan teknis mereka (titik ini di tulis dalam bentuk peta lengkap dengan koordinat posisinya),maka turunlah tim pertama untuk melakukan Survey Lokasi.
    Tim ini terdiri dari tim SITACQ, RNP surveyor. TNP surveyor dan CME.
    1.Tim Sitacq—Site Acquisition
    tim ini bertugas mencari beberapa kandidat lahan (biasanya 3 lokasi) yang berada di dalam radius titik yang telah di plot didalam perencanaan sebelumnya.
    mereka mencari lahan dengan dasar pertimbangan2 seperti; dapat disewa/di beli, dapat di bangun dengan baik, dapat perijinan,secara legalitas surat2 atau dokumen tanahnya aman dari sengketa dll.
    tim sitac jg biasanya melakukan negosiasi kepada pemilik lahan serta melakukan peranan sosial kemasyarakat sekitar.
    adapun beberapa informasi yang di berikan oleh tim ini adalah:ketersediaan listrik, kemudahan akses 24 jam, kepadatan penduduk pada sekitar radius tower (misalnya tinggi 72m, tim sitac juga harus dapat memprediksi berapa warga yang berada didalam radius tersebut)
    semua info tersebut di sajikan dalam suatu bentuk laporan tersendiri.

    2.tim RNP (radio network planning) surveyor.
    Tim ini merupakan perpanjangan tangan dari tim perencanaan sebelumnya.
    Tim ini mendokumentasikan cakupan area potensian secara aktual, (di foto dan di marking dengan GPS) dari dasar itu maka arah antena dapat di tentukan.Tim ini dapat memberikan Info apakah wilayah yang di cover benar2 potensial atau tidak.

    3.Tim TNP (transmisi network planing) surveyor.
    Tim ini juga merupakan perpanjangtanganan dari Perencanaan jalur transmisi baik dari MSC,BSC,BTS satu ke BTS lain, yang di buat bersamaan pada saat melakukan perencanaan terhadap lokasi2 BTS. tugas mereka adalah memastikan bahwa jalur transmisi (menggunakan microwave) dari satu site ke site lain benar2 tak terhalang atau bebas hambatan.
    dari laporan mereka dapat ditentukan ketinggian dan arah microwave yang diperlukan untuk menghubungkan site ke site.

    4.Tim CME (civil, mechanical, electricity)
    terkadang tim ini juga ikut serta pada waktu survey lokasi untuk menghemat waktu.
    tim ini memgumpulkan informasi yang berhubungan dengan kondisi fisik lahan (greenfield–tanah, rofftop–di atas gedung)yang akan di bangun.

    Semua data yang di berasal dari setiap tim di kumpulkan jadi satu dan di beri bobot rangking oleh setiap tim, berdasarkan kesepakatan.

    setelah rangking telah di putuskan, barulah tim SItacq melanjutkan tugasnya untuk melakukan negosiasi lahan dan pengumpulan berkas2 kepemilikan tanahnya.
    setelah itu mengurus perizinan kewarga sekitar khususnya yang berada di dalam radius ketinggian tower, dengan berkoordinasi dengan RT,RW,Lurah dan camat setampat.
    Lurah dan camat mengeluarkan rekomendasi untuk selanjutnya di teruskan untuk proses IMB.

    Setelah itu Tim CME masuk untuk melakukan pengerjaan pembangunan (tower,shelter,koneksi PLN dll), setelah semuanya selesai masuklah tim instalasi yang memasang semua peralatan antena serta microwavenya, memasang kabel dan menyambungkannya dengan BTS yang telah tersedia didalam shelter.
    tim ini memastikan bahwa semua peralatan telah terpasang dan tersambung dengan baik (ibarat merakit hardware pada PC), setelah itu masuklah tim commisioning yang bertugas menginstall perangkat BTS yang telah terpasang agar dapat bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya.
    setelah itu, Site BTS sudah dapat melayani pelanggannya.
    sekian bagi2nya, maaf kalo ada yang salah ya..

  15. By Hafid on May 15, 2008 | Reply

    Para pembaca,

    Mohon pencerahan mengenai perangkat2 Radio komunikasi yang ada dalam sebuah BTS apa saja, diluar peralatan M/E dan tower.

    Terima kasih

  16. By riswan on May 22, 2008 | Reply

    Mas Hafid, saya sedikit ada bahan ni, bisa dibaca di http://mobileindonesia.net/2008/05/22/base-transceiver-station-bts/

    Mudah-mudahan bisa membantu.

  17. By moed on May 24, 2008 | Reply

    Web yang bagus. maju terus deh untuk all crew. dan tetap komitmen untuk berbagi pengetahuan .

  18. By feri on May 25, 2008 | Reply

    mas mau tanya2 tentang bts lebih jelas lwat mana?

  19. By riswan on May 26, 2008 | Reply

    Tanya di sini aja Mas feri, kl saya tahu saya insyaAllah akan jawab. Kl saya nggak tahu, insyAllah pengunjung lain yg lbh tahu akan jawab pertanyaan Mas Feri.

  20. By Erni on May 29, 2008 | Reply

    Mas, minta tolong jelaskan proses2 CME itu sendiri. Ada kriteria khusus tidak untuk menjadi tim CME? Terima kasih sebelumnya.

  21. By feri on May 31, 2008 | Reply

    mas riswan saya mau tanya tentang bts tapi yang bagain penataan mksdnya syarat2 lokasi pendirian bts ato tower, karena skripsi saya tentang bts tapi yang penataannya.terima kasih sebelumnya

  22. By riswan on Jun 2, 2008 | Reply

    Mbak/Bu Erni, saya kira apa yg dijelaskan Pak David sudah cukup jelas, saya cuma nambahain dikit dari dari bbrp sumber yang saya baca, sesuai dengan namanya, tim CME (Civil, Mechanical, Electricity) dalam proces pembangunan BTS terlibat dalam proces pekerjaan seperti :
    - memberikan masukan teknis dan ekonomis kpd tim RNP dan sitac terkait dengan kandidat lokasi2 BTS yang ada.

    - bertugas membangun/menyediakan tower BTS dan komponen-komponen pelengkapnya seperti shelter, AC, instalasi tenaga listrik (PLN dan juga sumber power cadangan seperti genset), fasilitas keamanan site, dll.

    - melakukan instalasi perangkap2 BTS sperti antenna, kabel feeder, dll, sesuai dengan rekomendasi dan data planning dari team RNP.

  23. By reezqee on Jun 3, 2008 | Reply

    temen2 pembaca

    tolong posting tentang radio network planning dunk….plisss…makasi buat para penulis…berguna banget karya2 nya….trimakasih

  24. By gilang on Jun 4, 2008 | Reply

    hai semua…
    gabung yah, mau tanya2 aja :
    1.Apa aja yang biasanya nempel di tiap2 tower BTS itu?
    2.Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat BTS?
    3.Peralatan2 itu buatan mana? apakah Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri? (He3)
    4.xxxxxxxxx Tim ini terdiri dari tim SITACQ, RNP surveyor. TNP surveyor dan CME xxxxxxx Bayaran di bidang mereka berapa yah? kalo menggiurkan siapa tau ada yang termotivasi untuk itu (he3)

    udah dulu ah besok nyambung lagi……

  25. By riswan on Jun 9, 2008 | Reply

    Mas Gilang, saya coba jawab pertanyaan no 1 dan 3 aja ya. Mudah2an bisa sedikit membantu mengenal dunia komunikasi mobile.

    1) yg nempel ditipa tower BTS adalah antena BTS. Antena ini terhubung ke perangkat BTS yg ada dibwahnya dgn menggunakan kabel, kable ini sering disebut dgn feeder.

    3) Buatan lokal (antena-nya doang kan?)? kurang tahu pasti Mas. katanya si udah ada. tapi setahu saya, sampai saat ini tidak ada operator yg berani pake antena BTS buatan lokal ini. Kl perangkat BTS yg complete, sepertinya nggak ada yg buatan lokal.

  26. By VAP on Jun 28, 2008 | Reply

    Buat mas David , thnx ya, uda jawab pertanyaan sy ,
    kalo boleh tau sumber lengkapnya ada dimana yah mas…
    sapa tau bisa oprek2 lebih dalam lagi,
    thanks sekali lagi mas..

  27. By boni on Jun 29, 2008 | Reply

    alow..alow..aq lagi skripsi tentang pemabangunan bts baru nie,,,aq lagi butuh BANGET parameter/syarat/faktor penentu dari segi teknis knapa sebuah BTS di bangun pada suatau titik,,,
    mohon bantuan nya ya mas…

  28. By rey on Jul 23, 2008 | Reply

    mas mas aQu lum trelalu ngerti nie isa kirim

    artikel lagi gak ke email Q

    reyan_bangsat@yahoo.com

    plzz

  29. By igit on Aug 11, 2008 | Reply

    mau tanya nich…………! klw mslh tntang radiasi BTS & TRANSMISI, Apa dmpknya bagi orang yg bersinggungan langsung.?

  30. By beny on Aug 16, 2008 | Reply

    gabung donk
    mau tanya tentang alat ukur yang digunakan untuk mengukur frekwensi sinyal yang di pancarkan dari bts ke ms

  31. By Andy on Aug 31, 2008 | Reply

    boleh nambahin reply nya mas riswan

    1.yang nempel ditower bts tuh ada antenna sektorial yang fungsinya menangkap dan memancarkan sinyal bts ke subscriber(HP), jenisnya ada yang GSM(900Mhz), ada juga yang DCS(1800Mhz) mungkin ada juga yang punya 3G.
    selain itu ada juga antena link+RAU (radio Unit), yang fungsinya sebagai penghubung bts ke bts atau lebih jauh lagi ke bsc sebagai pengontrol beberapa bts.

    2.kalo perangkat antenna, BTS, mini link dan aksesorisnya setauku buatan swedia(ericsson.
    untuk merk antena biasa pake cellwave, andrew, atau kathrein..
    mungkin konstruksi tower yang ngerjain kontraktor Indonesia termasuk instalasi dan komisioningnya..

    3.untuk investasi lumayan mahal mas.termasuk sewa/beli tanahnya.sekitar 1.3M, tapi sekarang disiasati dengan BTS jenis outdoor yang lebih compact, artinya tidak perlu dibikin shelter sendiri, tidak pake AC pendingin segala..orang di luar heheee…

  32. By Andy on Aug 31, 2008 | Reply

    mas hafid ini ada sedikit info tentang perangkat radio..
    di shelter tuh ada BTS merupakan perangkat aktif.susunanya seingatku ada PSU,CXU,DXU,dTRU,CDU yang terangkai menjadi satu sistem di BTS GSM atau DCS. selain itu ada minilink yang membawa sinyal ke BTS alen atau ke BSC lewat antena microwave.terus ada juga block DDF yang berfungsi untuk mengkoneksikan kabel kabel transmisi bts yang terhubung dengan bts tersebut.

  33. By Ahmad Rizal on Sep 1, 2008 | Reply

    mas saya mau tanya dikit nih untuk hp GSM dalam keadaan aktif setiap berapa menit sekali di call oleh BTS dan juga power yg di keluarkan hp tsb berapa Mili wat dalam keadaan signal full dan juga signal lemah tapi masih bisa berkomunikasi Thanks.

  34. By nugroho on Sep 2, 2008 | Reply

    tanya mas tntang dampak radiasi yg dipancarkan oleh bts &
    Microwave aku takut e…………? krna aku krja di salah
    satu subcon! tlng jwb y mas
    .

  35. By bintoro on Sep 13, 2008 | Reply

    Artikel yg menarik mas. Oya, apakah sudah ada alat yg bisa mengukur radiasi suatu BTS? Kalo ada gimana caranya, masalahnya di kantorku ada BTS dr 3 operator. Thanks.

  36. By capoenk on Oct 21, 2008 | Reply

    mas… minta artikelnya yak… buat bikin laporan…

    trimanaksih sebelumnya…

  37. By LPK Indomapan on Oct 31, 2008 | Reply

    Kami LPK Indomapan mengundang para pelaku bisnis, pemerhati dan peminat dibidang seluler untuk mengikuti Seminar/Training dengan Topik :

    “Pemeliharaan BTS dan Perencanaan Perkuatan Tower Colocation” (Pengenalan aplikasi TowerWin (Telecommunication Tower)

    Pada tanggal : 4 s/d 6 Nopember 2008
    Bertempat di : LPK Indomapan, Plaza 3 Pondok Indah Blok F1-F4, Jakarta Selatan
    Investasi : Rp. 2.250.000, (diskon 5% untuk peserta yang mendaftar secara kolektif min. 3 orang)

    Pengajar : Ir. Nathan Madutujuh MSc Ir. Aprita Primayuda MBA Ir. Tri Toto Mia R Setianingsih SH

    Informasi dan Pendaftaran Hubungi :
    Tel : (021) 759 10770 dan 7097 0506
    Fax: (021) 766 1221 Email : info@indomapan.com Kunjungi Website kami: www.indomapan.com

    Terima kasih atas perhatiannya.
    Hormat kami,

    Erisman Syarifoeddin
    Ka LPK Indomapan
    0811 941451

  38. By syaiful on Nov 6, 2008 | Reply

    Mohon petunjuk,

    saya sedang mencari data tentang bts yang tidak ada akses ke listrik PLN.

    ada yang tau tidak ya?

    terima kasih ..

  39. By amir on Nov 12, 2008 | Reply

    mo nanya mas tentang nama alat ukur tuk mengukur kualitas 3g BTS, cara pengoperasiannya n ada nga buku yang menjelaskan cara pengoperasian tsbt kalo ada apa jdl bukunya

  40. By Anggun on Nov 19, 2008 | Reply

    Di dekat rumah tinggal kami akan didirikan menara/Tower BTS
    Akiat negatif apa saja yang bisa ditimbulkan Menara / Tower BTS tersebut bagi orang yang tingga disekitarnya.
    Atas bantuanya saya ucapkan terimakasih

Post a Comment

Inivitation for U