RSS Feed for This PostCurrent Article

Mengenal GSM (Global System for Mobile communication)

logogsm.JPG

1. Sejarah dan Perkembangan GSM

Pada awal tahun 80-an, teknologi telekomunikasi seluler mulai berkembang dan banyak digunakan. Tapi teknologinya masih analog, seperti AMPS, TACS, dan NMT. Tapi karena menggunakan teknologi yang masih analog, beberapa system yang dikembangkan di beberapa negara yang berbeda tidak saling kompatibel satu dengan yang lainnya, sehingga mobilitas user sangat terbatas pada suatu area system teknologi tertentu saja.

Untuk mengatasi keterbatasan yang terdapat pada sistem-sistem analog sebelumnya, pada tahun 1982, negara – negara Eropa membentuk sebuah organisasi bertujuan untuk menentukan standard-standard telekomunikasi mobile yang dapat dipakai di semua Negara Eropa. Organisasi ini diberi nama Group Speciale Mobile (GSM). Pembentukan organisasi ini dilatarbelakangi oleh keadaan di tiap-tiap negara Eropa pada ssat itu yang masih menggunakan system telekomunikasi wireless yang analog dan tidak compatible antara negara, sehingga tidak memungkinkan dilakukannya roaming antar negara. Organisasi ini kemudian menghasilkan standard-standard telekomunikasi bergerak yang kemudian dikenal dengan GSM (Global System for Mobile communication).

GSM sendiri mulai diimplementasikan di negara eropa pada awal tahun 1990-an. Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan benua Amerika. Pada saat ini GSM merupaka teknologi komunikasi bergerak yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia sudah mencapai 1,5 billion pelanggan dan merupakan teknologi yang paling banyak digunakan. Tabel di bawah ini menujukan perkembangan-perkembangan penting yang terkait dengan pengimplementasian GSM dan juga perkembangan teknologi seluler lainnya.

gsmarc71.JPG

GSM adalah sebuah teknologi komunikasi bergerak yang tergolong dalam generasi kedua (2G). Perbedaan utama sistem 2G dengan teknologi sebelumnya (1G) terletak pada teknologi digital yang digunakan. Keuntungan teknologi generasi kedua dibanding dengan teknologi generasi pertama antara lain sebagai berikut :

  • Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunkan teknologi TDMA (digital), dimana penggunaan sebuah kanal tidak diperuntukan bagi satu user saja. Sehingga pada saat user tersebut tidak mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh user lain. Hal ini berlawanan dengan teknologi FDMA yang digunakan pada generasi pertama.
  • Teknologi yang dikembangkan di negara-negara yang berbeda merujuk pada standard intrenasional sehingga sistem pada negara – negara yang berbeda tersebut masih tetap kompatible satu dengan lainnya sehingga dimungkinkannya roaming antara negara.
  • Dengan menggunakan teknologi digital, service yang ditawarkan menjadi lebih beragam, dan bukan hanya sebatas suara saja, dapi juga memungkinkan diimplementasikannya service-service yang berbasis data, seperti SMS dan juga pengiriman data dengan kecepatan rendah.
  • Penggunaan teknologi digital juga menjadikan keamanan sistem lebih baik. Dimana dimungkinkan utk melakukan encripsi dan chipering informasi.


2. Spesifikasi Teknis GSM

Di Eropa, pada awalnya GSM didesign untuk beroperasi pada band frekwensi 900 MHz, dimana untuk frekwensi uplinknya digunakan frekwensi 890-915 MHz, dan frekwensi downlinknya menggunakan frewkwensi 935 – 960 MHz. Dengan bandwidth sebesar 25 MHZ yang digunakan ini (915 - 890 = 960 – 935 = 25 MHz), dan lebar kanal sebasar 200 kHz, maka akan didapat 125 kanal, dimana 124 kanal digunakan untuk voice dan 1 kanal untuk signaling.

Pada perkembangannya, jumlah kanal sebanyak 124 kanal tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang disebabkan pesatnya pertambahan jumlah subscriber. Untuk memenuhi kebutuhan kanal yang lebih banyak ini, maka regulator GSM di Eropa mencoba menggunakan tambahan frekwensi untuk GSM pada band frekwensi di range 1800 MHZ, yaitu band frekwensi pada 1710-1785 MHz sebagai frekwensi uplink dan frekwensi 1805-1880 MHZ sebagai frekwensi downlinknya. Kemudian GSM dengan band frekwensi 1800 MHZ ini dikenal dengan sebutan GSM 1800. Pada GSM 1800 ini tersedia bandwidth sebesar 75 MHz (1880-1805 = 1785-1710 = 75 MHz). Dengan lebar kanal tetap sama seperti GSM 900, yaitu 200 KHz, maka pada GSM 1900 akan tersedia kanal sebanyak 375 kanal.

GSM yang awalnya hanya digunakan di Eropa, kemudian meluas ke Asia dan Amerika. Di Amerika Utara, dimana sebelumnya sudah berkembang teknologi lain yang menggunakan frekwensi 900 MHZ dan juga 1800 MHz, sehingga frekwensi ini tidak dapat lagi digunakan untuk GSM. Maka regulator telekomunikasi di sini memberikan alokasi frekwensi 1900 MHZ untuk peng-implementasian GSM di Amerika Utara. Pada GSM 1900 ini, digunakan frekwensi 1930-1990 MHz sebagai frewkwensi downlink dan frekwensi 1850-1910 MHz sebagai frewkwensi uplinknya. Spesifikasi lengkap tentang GSM 900, GSM 1800, dan GSM 1800 dapat dilihat di table di bawah ini.

gsmarc2.JPG

Di Eropa, standard-standard GSM kemudian juga digunakan untuk komunikasi railway, yang kemudian dikenal dengan nama GSM-R.

 

3. Arsitektur Jaringan GSM

gsm_arsi.JPG

Gambar Arsitektur jarinan GSM secara umum

Secara umum, network element dalam aristektur jaringan GSM dapat dibagi menjadi :

  1. Mobile Station (MS)
  2. Base Station Sub-system (BSS)
  3. Network Sub-System (NSS)
  4. Operation and Support System

Secara bersama-sama, keseluruhan network element di atas akan membentuk sebuah PLMN (Public Land Mobile Network)

3.1 Mobile Station (MS)

Mobile Station (MS) adalah perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. Secara umum sebuah Mobile System terdiri dari :

  • Mobile Equipment (ME) atau handset
  • Subscriber Identity Module (SIM) atau Sim card

gsmarc6.JPG

Gambar ME dan SIM

3.1.1 Mobile Equipment (ME)

Mobile Equipment (ME) atau handset adalah perangkat GSM yang berada di sisi pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirimdan penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya. Secara international, ME diidentifikasi dengan IMEI (International Mobile Equipment Identity) dan data IMEI ini disimpan oleh EIR untuk keperluan authentikasi, apakah mobile equipment yang bersangkutan dijinkan untuk melakuan hubungan atau tidak. Gambar di bawah ini menunujukan format penomoran IMEI.

gsmarc_imei.JPG

Gambar Format penomoran IMEI

 

  • TAC (Type Approval Code), adalah kode yang diberikan pada saat Mobile Equipment ditest sebelum ME tersebut dijual ke pasar.
  • FAC (Final Assembly Code), menunjukan kode manufaktur/pabrik.
  • SNR (Serial Number)
  • SP (Spare field)

3.1.2 Subscriber Identity Module (SIM)

Subscriber Identity Module (SIM) adalah sebuah smart card yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi service yang dimilikinya. Mobile Equipment (ME) tidak dapat digunakan tanpa ada SIM card di dalamnya, kecuali untuk panggilan emergency (SOS) dapat dilakukan tanpa menggunakan SIM card. Secara umum informasi/data yang disimpan di dalam SIM adalah sebagai berikut :

  • IMSI (International Mobile Subscriber Identity) adalah penomoran pelanggan yang akan selalu unik di seluruh dunia. Gambar di bawah ini menunjukan format penomoran IMSI.

    gsmarc_imsi.JPG

    Gambar Format penomoran IMSI

- MCC (Mobile Country Code)

- MNC (Mobile Network Code)

- MSIN (Mobile Subscriber Identification Number)

  • MSISDN (Mobile Subscriber ISDN)

    gsmarc_msisdn.JPG
    Gambar Format penomoran MSISDN

 

MSISDN adalah nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan.

- CC (Country Code)

- NDC (National Destination Code)

- SN (Subscriber Number)

Sebagai contoh MSISDN 62 811 970399 => CC= 62, NDC = 811, SN = 970399.

 

  • Authentication Key (Ki), alogorithma authentikasi A3 dan A8, PIN dan PUK (PIN Unblocking Key).
  • Data network yang bersifat temporer/sementara, seperti : TMSI (Temporary Mobile Subscriber Identity), LAI (Location Area Identity), Kc, Forbidden PLMN.
  • Data yang terkait dengan service, seperti : SMS, setingan bahasa,dll.

Secara functionality, sebuah MS mempunyai fungsi-fungis sebagai Radio Resource Management, Mobility Management, dan juga sebagai Communication Management.

3.2 Base Station Sub-system (BSS)

Secara umum, Base Station Sub-system terdiri dari BTS (Base Transceiver Station) dan BSC (Base Station Controller).

3.2.1 Base Transceiver Station (BTS)

BTS adalah perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS. BTS berhubungan dengan MS melalui air interface atau disebut juga Um Inteface. BTS berfungsi sebagai pengirim dan penerima (transciver) sinyal komunikasi dari/ke MS yang menyediakan radio interface antara MS dan jaringan GSM. Karena fungsinya sebagai transceiver, maka bentuk pisik sebuah BTS adalah tower dengan dilengkapi antena sebagai transceiver. Sebuah BTS dapat mecover area sejauh 35 km. Area cakupan BTS ini disebut juga dengan cell. Sebuah cell dapat dibentuk oleh sebuah BTS atau lebih, tergantung dari bentuk cell yang diinginkan. Fungsi dasar BTS adalah sebagai Radio Resource Management, yaitu melakukan fungsi-fungsi yang terkait dengan :

  • meng-asign channel ke MS pada saat MS akan melakukan pembangunan hubungan.
  • menerima dan mengirimkan sinyal dari dan ke MS, juga mengirimkan/menerima sinyaldengan frekwensi yang berbeda-beda dengan hanya menggunakan satu antena yang sama.
  • mengontrol power yang di transmisikan ke MS.
  • Ikut mengontrol proces handover.
  • Frequency hopping

3.2.2 Base Station Controller

BSC adalah perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang secara hiraki berada di bawahnya. BSC merupakan interface yang menghubungkan antara BTS (komunikasi menggunakan A-bis interface) dan MSC (komunikasi menggunakan A interface).

  • Melakukan fungsi radio resource management pada BTS-BTS yang ada di bawahnya.
  • Mengontrol proces handover inter BSC dan juga ikut serta dalam proces handover intra BSC.
  • Menghubungkan BTS-BTS yang berada di bawahnya dengan OMC sebagai pusat operasi dan maintenance.
  • Ikut terlibat dalam proces Call Control seperti call setup, routing, mengontrol dan men-ternimate call.
  • Melakukan dan mengontrol proces timing advance control, yaitu mengontrol sinyal-sinyal yang diterima dari MS yang bergerak, sehingga tidak saling overlap.

 

3.3 Network Sub-System

3.3.1 Mobile Switching Center (MSC)

MSC adalah network element central dalam sebuah jaringan GSM. Semua hubungan (voice call/transfer data) yang dilakukan oleh mobile subscriber selalu menggunakan MSC sebagai pusat pembangunan hubungannya. Pada umumnya, MSC memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :

  • Switching dan Call Routing : Sebuah MSC mengontrol proces pembangunan hubungan (call set up), mengontrol hubungan yang telah terbangun, dan me-release call apabila hubungan telah selesai. Dalam hal ini, MSC akan berkomunikasi dengan banyak network element lain seperti NE BSS, VAS, dan IN. MSC juga melakukan fungsi routing call ke PLMN lain (operator seluler lain ataupun jaringan PSTN).
  • Charging : Untuk pelanggan pre-paid, MSC akan selalu berkomunikasi dengan IN yang melakukan fungsi online charging. Selain itu, MSC juga akan mencatat semua informasi tentang sebuah call dalam bentuk CDR (Call Detail Record).
  • Berkomunikasi dengan network element lainnya (HRL,VLR, IN, network element VAS, dan MSC lainnya) : MSC akan berkomunikasi dengan HLR dan VLR terutama dalam proces pembangungan hubungan (call set up), call routing (di HLR disimpan lokasi terakhir MS tujuan dan untuk merouing call tersebut ke MS yang sedang meng-cover MS tujuan, HLR akan meminta informasi routing ke MSC yang sedang meng-cover MS pemanggil) dan call release. MSC akan berhubungan dengan network element VAS seperti SMSC, MMSC, RBT server, dll, dalam rangka proces delivery content service-service VAS tersebut ke MS tujuan. MSC akan berhubungan dengan MSC lain dalam hal proces call setup (trmasuk call routing), dan juga mengontrol process handover antar cell yang terletak pada 2 MSC yang berbeda.
  • Mengontrol BSC yang terhubung dengannya : Sebuah MSC dapat terhubung dengan 1 BSC atau lebih. MSC akan mengontrol dan berkomunkasi dengan BSC dalam hal call setup, location update, handover inter MSC (handover antara 2 cell yang terdapat pada 2 BSC yang berbeda tapi masih dalam 1 MSC yang sama).

3.3.2 Home Location Register (HLR)

HLR adalah network element yang berfungsi sebagai sebuah database untuk penyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan yang tersimpan secara permanen, dalam arti tidak tergantung pada posisi pelanggan. HLR bertindak sebagai pusat inforamsi pelanggan yang setiap waktu akan diperlukan oleh VLR untuk merealisasi terjadinya komunikasi pembicaraan. VLR selalu berhubungan dengan HLR dan memberikan informasi posisi terakhir dimana pelanggan berada. Informasi lokasi ini akan diupdate apabila pelanggan berpinah dan memasuki coverage area suatu MSC yang baru. Informasi-informasi yang disimpan di HLR adalah :

- Identitas pelanggan (IMSI, MSISDN)

- Suplementary service pelanggan

- Informasi lokasi terakhir pelanggan

- Informasi Authentikasi pelanggan

HLR juga akan selalu berkomunikasi dengan AuC dalam hal melakukan retrieving parameter authentikasi yang baru setiap saat sebelum segala jenis aktvitas pelanggan dilakukan.

3.3.3. Visitor Location Register (VLR)

VLR adalah network element yang berfungsi sebagai sebuah database yang menyimpan data dan informasi pelanggan, dimulai pada saat pelanggan memasuki suatu area yang bernaung dalam wilayah MSC VLR (setiap MSC akan memiliki 1 VLR sendiri) tersebut (melakukan Roaming). Informasi pelanggan yang ada di VLR ini pada dasarnya adalah copy-an dari informasi pelanggan yang ada di HLR-nya. Adanya informasi mengenai pelanggan dalam VLR memungkinkan MSC untuk melakukan hubungan baik Incoming (panggilan masu) maupun Outgoing (panggilan keluar). VLR bertindak sebagai data base pelanggan yang bersifat dinamis, karena selalu berubah setiap waktu, menyesuaikan dengan pelanggan yang memasuki atau berpindah dalam suatu area cakupan suatu MSC. Data yang tersimpan dalam VLR secara otomatis akan selalu berubah mengikuti pergerakan pelanggan. Ketika pelanggan bergerak meninggalkan area suatu MSC dan menuju area MSC lainnya, maka informasinya akan dicatat di VLR MSC barunya dan dihapus dari VLR sebelumnya. Dengan demikian posisi pelanggan dapat dimonitor secara terus menerus dan hal ini akan memungkinkan MSC untuk melakukan penyambungan pembicaraan/SMS dari/ke pelanggan ini ke dengan pelanggan lain. VLR selalu berhubungan secara intensif dengan HLR yang berfungsi sebagai sumber data pelanggan.

Bila sebuah MS bergerak keluar coverage area suatu MSC menuju coverage MSC yang lain, maka yang terjadi adalah :

  • VLR MSC yang baru akan meng-check di daabase-nya apakah record MS tersebut sudah ada atau belum. Proces pengecheckan dilakukan dengan menggunakan IMSI.

  • Jika recordnya belum ada, maka VLR akan mengirimkan request ke HLR MS tersebut untuk mengirimkan copy-an data MS tersebut yang ada di HLR-nya.

  • HLR akan mengirimkan informasi MS tersebut ke VLR tjuan dan juga meng-update informasi lokasi MS tersebut di database HLR. HLR kemudian akan mengintruksikan VLR sebelumnya(asal) untuk menghapus informasi MS tersebut di databasenya.

  • VLR yang baru akan menyimpan informasi MS tersbut, termasuk lokasi terakhir dan statusnya.

3.3.4 Authentication Center (AuC)

AuC menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa keabsahan pelanggan, sehingga usaha untuk mencoba mengadakan hubungan pembicaraan bagi pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan. Disamping itu AuC berfungsi untuk menghindarkan adanya pihak ke tiga yang secara tidak sah mencoba untuk menyadap pembicaraan. Dengan fasilitas ini,maka kerugian yang dialami pelanggan sistem selular analog saat ini akibat banyaknya usaha memparalel, tidak mungkin terjadi lagi pada GSM. Sebelum proses penyambungan switching dilaksanakan sistem akan memeriksa terlebih dahulu, apakah pelanggan yang akan mengadakan pembicaraan adalah pelanggan yang sah.

AuC menyimpan informasi mengenai authentication dan chipering key. Karena fungsinya yang mengharuskan sangat khusus, authentication mempunyai algoritma yang spesifik, disertai prosedur chipering yang berbeda untuk masing-masing pelanggan. Kondisi ini menyebabkan AuC memerlukan kapasitas memory yang sangat besar. Wajar apabila GSM memerlukan kapasitas memory sangat besar pula. Karena fungsinya yang sangat penting, maka operator selular harus dapat menjaga keamanannya agar tidak dapat diakses oleh personil yang tidak berkepentingan. Personil yang mengoperasikan dilengkapi dengan chipcard dan juga password identitas dirinya. Tabel di bawah ini menunjukan data-data yang disimpan di HLR dan VLRdan AuC.

gsmarc3.JPG

 

3.3.5 Equipment Identity Registration (EIR)

EIR memuat data-data peralatan pelanggan (Mobile Equipment) yang diidentifikasikan dengan IMEI (International Mobile equipment Identity). Data Mobile Equipment yang di simpan di EIR dapat dibagi atas 3 (tiga) kategori:

  • Peralatan yang diijinkan untuk mengadakan hubungan pembicaraan kemanapun
  • Peralatan yang dibatasi dan hanya diijinkan mengadakan hubungan pembicaraan ketujuan yang terbatas
  • Peralatan yang sama sekali tidak diijinkan untuk berkomunikasi

Kebaradaan EIR belum distandardisasi secara penuh, oleh karena itu belum dioperasikan di semua operator. Masih diperlukan klasifikasi dan penyempurnaan yang berkaitan dengan aspek hukum. Di Indonesia sendiri, belum ada operator seluler yang mengimplementasikan EIR. Bila EIR digunakan, maka operator dapat melakukan pemblokiran terhadap handaset (INGat, bukan pemblokiran nomor pelanggan, tapi pemblokiran handset (pesawat telponnya)) yang digunakan oleh pelanggan. Sehingga apabila ada handset pelanggan yang hilang, maka pelangan dapat mengajukan agar handaset tersebut diblokir sehingga tidak akan pernah dapat digunakan lagi oleh orang lain. Dengan pengimplementasian EIR ini tentu akan dapat mengurangi kasus-kasus pencurian handphone, karena si pemilik dapat meminta agar handphonenya yang sudah dicuri diblokir dan tidak dapat digunakan lagi. Sehingga motivasi para pencuri untuk melakukan pencurian handphone akan berkurang.

Berdasarkan keterangan-keterangan pada sub bab - sub bab di atas, distribusi lokasi informasi-informasi yang diperlukan dalam proces authentikasi pada network elemen-network elemen jaringan GSM dapat digambarkan sebagai berikut :

gsmarc41.JPG

3.4 Operation and Support System (OSS)

Operation and Support System (OSS) sering juga disebut dengan OMC (Operation and Maintenance Center, adalah sub system jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian dan maintenance perangkat (network element) GSM yang terhubung dengannya. Tiap-tiap network element mempunyai perangkat OMC-nya sendiri-sendiri, misalnya network element NSS mempunyai perangkat OMC sendiri, network element BSS mempunyai perangkat OMC sendiri, network element VAS juga memiliki perangkat OMC sendiri. Biasanya, di banyak operator semua perangkat OMC ini diletakan di dalam satu ruangan OMC yang terpusat.

OMC pada umumnya memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :

  • Fault Management : Memonitor keadaan/kondisi tiap-tiap network element yang terhubung dengannya. Dalam hal ini, OMC akan selalu menerima alarm dari network element yang menunjukan kondisi di network element yang dimonitor, apakah ada probelm di newtwork element atau tidak.
  • Configuration Management : sebagai interface untuk melakukan/merubah configurasi network element yang terhubung dengannya.
  • Performance Management : Berapa OMC ada yang dilengkapi juga dengan fungsi performance management, yaitu fungsi untuk memonitor performance dari network element yang terhubung dengannya.
  • Inventory Management : OMC juga dapat berfungsi sebagai inventorty management, karena di database OMC terdapat informasi tentang aset yang berupa network element, seperti jumlah dan konfigurasi seluruh network element, dan juga kapasitas network element.

Gambar di bawah ini menunjukan contoh diagaram sebuah OMC yang memonitor berbagai macam network elements.

gsmarc5.JPG

5. Refferensi

  • Heine, Gunnar., “GSM Networks: Protocols, Terminology, and Implementation”, Artech House, London, 1999.
  • Sauter, Martin, “Communication System for Mobile Information Society”, John Willey & Son Ltd, 2006.
  • “GSM, GPRS & EDGE Overview”, Commserv Netwrok Education Division Indonesia.
  • Modul kuliah : Sistem Komunikasi Bergerak : Arsitektur dasar dan Fungsi Perangkat Standar Sistem Cellular, STT Telkom, Bandung, 2006.
  • http://kbs.cs.tu-berlin.de/~jutta/gsm/js-intro.html (A Brief Overview of GSM).
  • https://styx.uwaterloo.ca/~jscouria/GSM/gsmreport.html (Overview of the Global System for Mobile Communications)


 

 

Popularity: 61% [?]

Trackback URL

  1. 48 Comment(s)

  2. By awan on Aug 10, 2007 | Reply

    Bos .nanya Kalau EIR,negara mana yang udah menerapkannya yah

  3. By riswan on Aug 10, 2007 | Reply

    Kl gw search di google, dengan segala keterbatasan gw, gw nggak nemu tu Bos operator yg udah implement EIR. Tapi yang implement VEIR (Virtual EIR) . Coba lihat di link ini : www.ncc.gov.ng/cab/Curtail%20Theft/XIUS%20_VEIR%20NCCV2%5B1%5D.pdf

  4. By Medisa Aris on Oct 2, 2007 | Reply

    Saya masih belajar mengenai GSM. Ada beberapa yang hendak ditanyakan. Barangkali pengunjung atau penulis sudi menjawab:
    1. Dalam satu cell area, besar kemungkinan terdapat beberapa PLMN. Apakah setiap BTS pada PLMN yang berbeda pasti menangkap sinyal yang dipancarkan salah satu MS?
    2. Kode apa yang digunakan untuk proses filterisasi, apakah MNC?
    3. Mesin apa atau vendor apa yang biasa dipakai dalam MSC?

  5. By Boy on Oct 3, 2007 | Reply

    Tahu2 udah rame aja di sini. Mau kasi komentar dikit, boleh ya Pak Admin dan tolong dioreksi aja kalau ada yang salah, maklum baru belajar.

    1)Dalam satu cell area, besar kemungkinan terdapat beberapa PLMN. Apakah setiap BTS pada PLMN yang berbeda pasti menangkap sinyal yang dipancarkan salah satu MS?
    ===> (sebenernya masih kurang begitu paham apa yg dimaksdud oleh pertanyaannya, tp nggak apa2 ya coba dikomentari dikit) MS selalu memancarkan sinyal dan akan terdeteksi oleh BTS2 yang ada di sekitarnya. Tapi MS itu hanya akan dilayani oleh BTS milik PLMN yang mengijinkannya untuk authentikasi. Authentikasi pada 2 atau lbh PLMN yang berbeda dimungkinkan hanya dan hanya jika bbrp PLMN itu membuka akses untuk dapat saling roaming. Misalnya pelanggan operator A boleh roaming ke jaringan operator B, atau sebaliknya. Tapi kondisinya saat ini (terutama di Indonesia, kl di negara lain kurang tahu juga), akses roaming antar operator local tidak diperbolehkan/tidak dibuka.

    2. Kode apa yang digunakan untuk proses filterisasi, apakah MNC?
    ===> Mungkin tepatnya bukan filterisasi, tapi authentikasi. Dalam proces authentikasi, digunakan IMSI. IMSI terdiri dari MCC, MNC, dan MSIN. Jika IMSI suatu MS dikenali di dalam jaringan PLMN tertentu, maka proces authentikasinya berhasil dan MS tersebut dapat melakukan loaction update di jaringan PLMN tsb.

    3. Mesin apa atau vendor apa yang biasa dipakai dalam MSC?
    ===> Hampir semua vendor telekomunikasi memiliki product MSC, seperti Siemens, Nokia, Ericsson, Motorola, Hua Wei, Alcatel, dll. Tapi untuk contoh kasus di Indonesia, yang banyak digunakan ialah MSC Siemens, ada juga operator Indonesia yg menggunakan MSC Ericsson, dan Alcatel.

  6. By hari l on Oct 28, 2007 | Reply

    tolong kirim spisifikasi gsm 1900 and gsm 900

  7. By riswan on Oct 29, 2007 | Reply

    Pak Hari, bisa minta tolong diperjelas, maksudnya spesifikasi di sini apa ya?

  8. By delti on Nov 20, 2007 | Reply

    tolong kirimkan bahasan mengenai Network Switching Subsystem sekalian skema (gambar2) mengenai hal tsb

  9. By benny on Nov 26, 2007 | Reply

    numpang tanya bagaimana caranya tau kode kota dari suatu nomor? apakah itu yg dimaksud dgn hlr? darimana kita bisa dapat tabelnya? makasih banyak

  10. By riswan on Nov 26, 2007 | Reply

    Bener Bung Benny. Kita bisa mengetahui lokasi suatu nomor dari MSIDN-nya, yang biasanya menunjukan di HLR mana user itu terhubung. Tapi,utk mengetahui data HLR ini, sebagai user kita agak sulit, karena biasanya data ini hanya di-keep oleh service provider (tdk di-share ke user). Dan data ini sifatnya dinamis, berubah-ubah sesuai dengan konfigurasi dan planing yangmiliki oleh service provider.

  11. By ramut on Nov 29, 2007 | Reply

    Memangnya BTS bisa mengcover sampai 35 km ya? baru tahu nih… mohon petunjuk mas

  12. By riswan on Nov 29, 2007 | Reply

    Pak Ramut, pada dasarnya, coverage BTS bisa mencapai jarak 35km. Caranya dengan memperbesar daya pancar dan tinggi antena pemancar. Konsep yang seperti ini (mementingkan coverage yg luas) banyak dipakai pada 1G dahulu atau pada daerah2 dengan kepadatan user yang sangat rendah.

  13. By rue on Nov 29, 2007 | Reply

    @benny
    Home Location Register (HLR) untuk menyimpan data permanen dari semua pelanggan.
    Visitor Location Register (VLR) untuk menyimpan data pelanggan yang bersifat temporer disesuaikan dengan area tempat pelanggan berada.
    Nomor HLR bisa dijadikan patokan, dari daerah mana dia berasal (Dimana SIM card-nya dibeli).
    Misal 08137xxxxxxx biasanya dari daerah Sumatera.
    Tapi bisa aja kan nomor tersebut dibawa pergi kemana-mana. Nah..lokasi terakhir nomor tersebut, itu yang dinamakan VLR.

  14. By Farah on Dec 12, 2007 | Reply

    Mau tanya tentang pentarifan seluler ke pstn apakah sama dengan pentarifan pstn ke seluler? Trus tentang penomoran gsm?? Trims

  15. By riswan on Dec 12, 2007 | Reply

    Mbak Farah, kl masalah tarif itu tergantung dari kebijakan tariif di masing-masing operator. Jadi tarif call dari operator A ke operator B bisa saja berbeda dengan tarif call dari operator B ke operator A.

    Khusus untuk tarif call antar operator, masing-masing operator akan dibebankan oleh biaya interkoneksi yang harus dibayarkan oleh operator pemanggil ke operator penerima. Karena itu, biasanya tarif call antar operator akan lebih mahal dari tarif call ke sesama operator.

    Kl untuk tarif SMS, saat ini kita menganut sistem sender keep all. Jadi operator penerima SMS tidak dapat revenue dari SMS yang diterima oleh pelanggannya. Karena sistem sender keep all ini, maka ada operator yang berani memberikan tarif SMS yang sangat murah utk program promosinya. Tetapi ada kajian/rencana untuk menetapkan sistem sharing revenue pada SMS ini.

    Kl ttg penomor GSM, saya kurang ngerti maksud pertanyaanya apa, mungkin bisa diperjelas Mbak.

  16. By P'Ram~en~Ciel on Dec 19, 2007 | Reply

    ada yang punya no HLR tiap area gak? buat Telkomsel,XL dan indosat …???

  17. By rinaldi on Jan 23, 2008 | Reply

    Mas.. bisa minta tolong, punya database TAC (Type Approval Code) untuk seluruh mobile equipment yang ada diseluruh dunia? perlu banget nih…. atau kalo ada informasi dimana link web-nya agar saya dapat download datanya.
    Terima kasih banyak.

  18. By riswan on Jan 23, 2008 | Reply

    Ma’af ni Mas, saya nggak bisa bantu banyak. Tapi tadi sempet nanya2 sama Bang Google, dia ngasi info link2 berikut , mungkin bisa sedikit membantu.

    http://www.nobbi.com/tacdb.php?searchstring=&sortby=t&lang=1

    http://homepage.mac.com/alvinmok/ericsson/types.html

    http://www.nokiaport.de/tacdatabase/index.php

  19. By dedi saut on Feb 3, 2008 | Reply

    kalo ga salah EIR dulu di indonesia di terapin.tapi untuk ngehemat prosedur call setup dll makanya eir ditiadakan di indonesia.

  20. By Andi on Feb 26, 2008 | Reply

    Mas2 ada yang tau jarak MS-BTS, BTS-BSC, BSC-MSC, MSC-SMSC?
    Trims

  21. By riswan on Feb 27, 2008 | Reply

    Mas Andi, kalo’ jarak MS-BTS itu berkisar antara 0 - 35 km (sesuai dengan range nilai Timing Advances). Tapi kl jarak BTS-BSC, BSC-MSC, atau MSC-SMSC itu nggak ada max-nya, jadi bisa aja BTS dan BSC terdapat di 2 kota yang berbeda dan berjarak sangat jauh, asalkan ada link transmisi yang menghubungkannya. Begitu juga dengan jarak BSC-MSC, dan MSC-SMSC. Bisa aja SMSC-nya di Surabaya, tapi MSC-nya di Jayapura.

  22. By agus alexander on Mar 4, 2008 | Reply

    mas, saya mau tanya ya,

    untuk membedakan antara bts telkomsel, indosat, im3 dan yang lainnya jiika dilihat dari struktur, jenis, bentuk pemancarnya. kalo membedakan dari jenis konstruksi tiang / bahan towernya udah bisa dimengerti.

    trims ya mas.

  23. By rina afriandani on Mar 11, 2008 | Reply

    Mas,tolong jelaskan konsep atau proses dari location update dan ada tidak hubungan antara location update dengan panggilan dan sms??tolong dijelaskan ya mas??
    truz, maksudnya location area dan sel pada jaringan gsm seperti apa, tolong beri gambarannya ya??
    makacih…

  24. By uda on Mar 11, 2008 | Reply

    Mbak Rina, mo coba share dikit ni. Pak admin, kl salah langsung diedit aja ya :)

    Location Area adalah suatu wilayah coverage geograpical tertentu yang terdiri dari coverage beberapa cell yang menggunakan LAC (Location Area Code) yang sama. Atau dapat juga dikatakan wilayah coverage geographical yang merupakan gabungan dari coverage bbrpa cell yang menggunakna satu LAC yang sama. Sebuah LAC tidak boleh digunakan pada 2 MSC yang berbeda. Tapi bisa digunakan oleh 2 BSC yang berbeda, asalkan masih dalam 1 MSC yang sama.

    Kl utk SEL, sebelumnya Pak Admin udah buat defini SEL (http://mobileindonesia.net/2007/01/01/sel-mobile/).
    Tapi menurut saya apa yang dijelaskan didefinisi itu adalah coveragenya, bukan pengertian SEL itu sendiri. Menurut saya SEL adalah NEtwork element terkecil dalam hirarki network element dalam suatu jaringan GSM. Sedangkan yang bentuknya segi enam, segi empat, atau lingkaran itu adalah wilayah coverage yang dibentuk oleh satu atau beberapa SEL. Misalnya untuk wilayah coverage berbentuk lingkaran, ini adalah wilayah coverage yang diahsilkan oleh sebuah SEL yg menggunakan antena omni, jadi gelombang pancarnya arahnya kemana-mana dan membentuk lingkaran. Kl wilayah coverage yang berbentuk segi enam, ini dibentuk oleh enam buah SEL yang menggunakan antena dengan sektorisasi 120 derajat. Sehingga coverage gabungan ke-enam sel itu akan membetuk segi enam. Gambar detailnya bisa dilihat di deskripsi SEL yang udah ada sebelumnya (http://mobileindonesia.net/2007/01/01/sel-mobile/)

    dalam terminologi yang sehari-hari digunakan, ada beberapa terminologi yang berbeda yang digunakan untuk menyebutkan network element terkecil ini (SEL), ada yang menyebutnya BTS, ada juga yang menyebutnya SEL.

    Begitu aja, mohon dikoreksi kl ada yg salah.

  25. By Jericho on Apr 8, 2008 | Reply

    Saya mau tanya niCh…!!

    Bagaimana sih sistem penomoran pada Selular, PSTN, GSM dan CDMA???

    Balas ya..

    Terima Kasih

  26. By Abang on Apr 9, 2008 | Reply

    Saat ini, system penomoran kita (baik di GSM, PSTN, ataupun CDMA) pada umumnya diserahkan kepada kebijakan masing-masing operator. Pemerintah (regulator) paling-paling hanya mengatur prefix dari nomor masing-masing operator, misalnya pelanggan Telkomsel (diberi prefix nomor 0811, 0812, 0813, dan 0852), Indosat (diberi prefix 0815,0816,0856) , dan begitu juga dengan operator lainnya, prefix-nya saja yang diatur oleh pemerintah.

    Apakah suatu prefix akan digunakan sbg nomor pra-bayar ataupun pasca-bayar juga diserahkan kepada kebijakan masing-masing operator. Misalnya, prefix 0812, prefix ini oleh Telkomsel sebagian digunakan sbg nomor halo (pasca bayar) dan sebagian digunakan sebagai nomor simpati (pra-bayar).

    Apakah suatu prefix penomoran akan digunakan pada suatu daerah tertentu juga diserahkan kepada kebijakan masing-masing operator. Misalnya, prefix 081512 digunakan oleh Indosat pada suatu daerah A dan prefix 081534 digunakan pada aerah B.

    Panjang digit yang dignakan dalam sistem penomoran juga diserahkan kepada kebijakan masing-masing operator, tergantung jumlah pelanggan operator tsb dan kebutuhannya.

    Jadi intinya, pemerintah cuma penentukan prefix-nya aja. Yang lainnya (panjang nomor, alokasi lokasi, alokasi kegunaan) diserahkan pad kebijakan masing-masing operator. Hal ini karena saat ini regulasi di kita menganut sistem kepemilikan penomoran oleh operator. Jadi operator bebas menentukan sistem penomoran (alokasi kegunaan, alokasi lokasi, panjang digit) sesuai dengan kebijakan dan kebutuhannya. Beda bila regulasinya berubah seperti yang sempat diusulkan oleh salah seorang anggota BRTI. Bila jadi berubah begitu, nantinya nomor pelanggan itu akan jadi milik pemerintah dan pemerintah dapat mengatur berapa digit nomor yg akan dibuat, berapa jumlah nomor yg akan di-create oleh suatu operator.

    Begitu saja mas, mohon masukan dan koreksinya bila salah.

  27. By budi utomo on Apr 15, 2008 | Reply

    bro mohon petunjuk dong:
    proses handover dari satu bts ke bts yang lain ketika kita bergrak bagaimana caranya…dan ketika call drop apa sebbabnya,,,dan apa kelemahan dari wcdma dibanding gsm ato dcs..

  28. By irsan on May 7, 2008 | Reply

    mas mau tanya dong, komponen apa aja sih yang ada di dalam chip GSM? Thanks mas.

  29. By Aksan on May 27, 2008 | Reply

    Buat Mas Admin, aku mo tanya…. Aku punya SIM card yang digunakan pada modem untuk mengirim data setiap waktu secara continue. Trus, kapasitas data ini gak besar,kurang dari 1 Mb. Kemudian baru-baru ini keadaannya sangat memperihatinkan (tidak kirim IMEI). Pertanyaanku, apakah pengiriman data yang continue dapat menyebabkan kerusakan pada SIM card? Dan apa yang menyebabkan SIM card ini tidak mengirimkan data (upload) lagi (drop tidak ada signal), apakah kesibukan jaringan dapat menyebabkan tidak kirimnya data ??? Mohon penjelasannya lebih lanjut. Klo boleh bisa chatting lebih lama dengan mas admin untuk menanyakan lebih jelas, terima kasih sebelumnya ….

  30. By lazima on May 30, 2008 | Reply

    saya mau nanya nih ……..
    bagaimana tahap tahap switching pada gsm juga pada cdma mulai dari memanggil sampai terhubung ke tujuan .

  31. By Lignify on Jun 4, 2008 | Reply

    Halo semua, saya mau ganti kartu dari XL ke operator Telkomsel nih. Maunya sih Simpati. Tapi ada rekan kantor saya yang bilang, kalo mau cari nomer Simpati, carilah yang nomornya 0812 prefixnya, jangan yang 0813 karena sinyal 0813 jelek dan dia pernah baca artikelnya. Dia lanjutkan kalau 0813 itu jaringan nirkabelnya nebeng dengan jaringan operator lain. Apakah benar berita ini? Dan apakah kartu AS juga memiliki sinyal yang buruk dibanding kartu Halo / Simpati ?

  32. By Lae on Jun 4, 2008 | Reply

    Ngk betul itu bang, selama dia satu operator maka dia tdk akan dibeda2kan seperti itu, jd kuat sinyalnya akan sama.

  33. By Aditya on Jul 7, 2008 | Reply

    Pak Admin, mau tanya :

    Berapakah total MS standby dan yg call yg bisa ditampung dalam satu sektor BTS GSM dan CDMA ?? Faktor apa sajakah yang mempengaruhinya ??

    Demikian dulu terima kasih.

  34. By mbAh junet on Aug 21, 2008 | Reply

    Mas,gmana si c

  35. By mo tanya dongs on Oct 16, 2008 | Reply

    Mengapa AMPS BandWidthnya harus 30kHz, padahal yang dibutuhkan hanya 4kHz?
    Tolong dong

  36. By anggree on Nov 18, 2008 | Reply

    All..
    mo tanya ni tentang sigtran (SS7 over IP) di PLMN?
    Apa en bagaimana sich cara kerjanya?
    apakah sama seperti di PLMN??
    ada usulan judul tugas tentang sigtran di sisi PLMN ga??entah itu cara mengetahui kerja, performasinya di PLMN, or apa gituu…
    tengkyu so much yaaa…

  37. By Wiko Fredy Guspa on Apr 16, 2009 | Reply

    Mas Admin, Saya mau nanya..
    Tolong jelaskan apa itu ASR (Answere seizure yo ratio)pada jaringan GSM

    Makasi

  38. By abdu on Apr 16, 2009 | Reply

    bro admin, ijin nimbrung ya.

    ASR (Answer/Seizures Ratio) adalah perbandingan antara call yang dijawab/sukses dengan seluruh jumlah permintaan panggilan (seizure atau attempt). Krn yg dianggap sukses adalah call yang dijawab, maka semua panggilan yang tidak sukses (tidak tersambungkan) krn pelanggan yg dipanggil (B) sibuk, atau krn pelanggan B tidak menjawab panggilan, atau karn permintaan call-nya direject olh pelanggan B, atau krn memang ada failure di jaringan semuanya akan dianggap sbg call yang gagal. Dari definisi ini terlihat bhw nilai ASR bukan hanya dipengaruhi oleh kualitas jaringan, tapi juga akan sangat dipengaruhi oleh behavior pelanggan.

  39. By Wiko Fredy Guspa on Apr 27, 2009 | Reply

    Thanks mas abdu..
    tertolong banget..

  40. By Yosi Fitri on Apr 27, 2009 | Reply

    mas, mnta tolong dunk.
    Saya gak ngerti tentang NER (Network Effectiveness Ratio) pada jaringan GSM.
    Tolong di jelaskan ya mas….

    thanks berat!

  41. By abdu on Apr 28, 2009 | Reply

    kasih komen sedikit ya……….

    NER (Network Effectiveness Ratio) menurut saya adalah perbandingan call yg sukses dgn semua call yang masuk, dimana di sini kriteria sukses call-nya adalah semua call yang telah menghasilkan nada tunggu, jadi walaupun B number sibuk atau calll tidak dijawab hal itu di sini dikategorikan sbg call yang sukses. Itulah sebabnya kenapa NER dapat digunakan untuk mengukur tingkat availability suatu service jaringan telekomunikasi, suatu service dapat diakses oleh user atau tidak, service-nya available atau tidak.

    Bila dibandingkan dgn ASR, NER lbh menunjukan tingkat kualitas jaringan karena meng-ignore porsi behavior pelanggan.

  42. By Riza on May 7, 2009 | Reply

    Saya mohon informasi tentang OSS lebih detail. Karena saya masih bingun di OSS itu terdiri dari apa sehingga mampu monitoring situasi di seluruh BTS. Sebelumnya dan sesudahnya sayai sampaikan terima kasih.

  43. By putra on May 20, 2009 | Reply

    Mas, mau tanya penjelasan tentang success call ratio dan drop call ratio itu apa ? trus hubungan keduanya gimana ya?

    terima kasih atas artikel-artikelnya.

    sukses selalu…
    terima kasih

  44. By Handy on May 28, 2009 | Reply

    Apakah Ada yang tahu cara mengetahui suatu nomor Cellular berdasarkan informasi angka yang ada di belakang SIM card?

  45. By Riswan on Jun 4, 2009 | Reply

    mas putra, saya punya artikel yg bagus terkait hal yg ditanyakan, mudah2an bisa membantu menjelaskan.
    Artikelnya bisa didownload di link berikut Mas :
    http://berandakami.wordpress.com/files/2009/06/white_paper-about_network_performance_monitoring_and_benchmarking.pdf

    semoga bermanfa’at.

  46. By agustriadi on Jun 9, 2009 | Reply

    asw. mas mau nanya?…ado artikel atau buku yang bahas tentang pengaruh multimedia (Telkomflash) terhadap performace trafik?

  47. By nezz on Oct 5, 2009 | Reply

    salam smua-a… mw nnya ne mas, parameter apa sja yg ad pd jaringan GSM? n parameter apa sj yg dbtuhkn untk merancang BTS GSM baru di daerah kepulaun terpencil? klw bs lngkap dgn rumus-a y! Thanks to smua..

  48. By Ika on Nov 16, 2009 | Reply

    assalamualaikum semua…
    aku butuh bantuan ne,, mohon petunjuknya y..
    gne aku mo nanya tentang sistem komunikasi pa yang di pake antara MS dan BTS??
    truz pa ja rumus2nya…

    thanks ya mas….

  49. By eddy susanto on Jan 30, 2010 | Reply

    Pak saya mau tanya bagaimana caranya hp berkomunikasi dengan hp di tempat yang berbeda. bagaimana hp dapat melacak keberadaan hp lain.

    Terimakasih

    Eddy S

My Pulau dot com

Post a Comment

Download Aplikasi keren untuk HP-mu

|| HOME ||

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan !