RSS Feed for This PostCurrent Article

Tarif Internet Murah, Salah Satu Solusi Percepatan ICT

DepKOMINFO, 10 Agustus 2007 - Roadmap Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nasional yang kini sedang dilakukan akan mencakup esensi infrastruktur, regulasi, industri dalam negeri, serta literasi dan sumber daya manusia (SDM). Dilihat dari sisi infrastruktur,misalnya, dibutuhkan proses modernisasi network, ketersediaan bandwith, penetrasi, keterjangkauan (tarif retail layanan, device), kualitas layanan (network performance, quality of service), dan keamanan. Sementara, regulasi mencakup hal umum, seperti tatanan industri dan kompetisi, teknis (interkoneksi dan tarif, penomoran, standardisasi, frekuensi, pengamanan jaringan), dan penegakan hukum.

Selain itu, manufakturing (hardware,software), riset dan pengembangan, serta infrastruktur industri (regulasi, insentif) merupakan bagian penting dari komponen industri dalam negeri. Mengenai literasi dan SDM mencakup jumlah, kompetensi, sertifikasi, dan lembaga pendidikan. Dengan banyaknya item yang dimiliki, maka sinergi mewujudkan ICT Indonesia tampaknya wajib dilakukan.

Salahsatu bentuk dukungan juga terhadap percepatan terwujudnya ICT yaitu penetapan tarif internet yang terjangkau. ”Operator provider harus cepat melihat community needs-nya, apa saja yang dibutuhkan lalu kita sediakan dan bangun content - contentnya. Padahal kalau misalnya mereka berpikir apalagi yang mau dikasih (ke konsumen)? Oh content agrigator. Dengan content agrigator, bandwith- nya akan besar dan orang akan tergerak untuk semakin banyak mengakses,” ujar Direktur Sistem Informasi, Perangkat Lunak dan Konten Depkominfo, Lolly Amalia Abdullah.

Menurutnya, provider mestinya melihat tarif internet murah sebagai bagian dari multy player effect yang justru akan menguntungkan bagi bisnis mereka. Diakui Lolly, perbedaan pemahaman itu sebenarnya hanya masalah komunikasi. Namun demikian, bukan hal yang mudah mengkomunikasikan hal itu, karena selama ini para pebisnis internet masih berorientasi pada keuntungan sebagai pemikiran utama.

Bisa Sebagai Help Desk
Di sisi lain, Lolly juga menjelaskan keinginan Depkominfo untuk menggunakan ICT Centre untuk pengembangan open source software. Dengan demikian, keberadaan ICT Centre dapat menggerakkan pembentukan help desk , support dan pemberian pelatihan. Hal tersebut, kata Lolly, juga akan membuat tumbuhnya lapangan kerja di daerah sehingga warga daerah tidak perlu lagi datang ke Jakarta. ”Instansi-instansi pemerintah juga harus ditumbuhkan kesadarannya. Jadi kalau mereka nggak punya tenaga (di dalam instansinya), mereka bisa outsource anak-anak SMK,” demikian Lolly Abdullah. []

Popularity: 4% [?]

Trackback URL

  1. 1 Comment(s)

  2. By athaa on Oct 20, 2008 | Reply

    telkom flexi tarip internet Rp 200,- sejak 15 agustus 2008 sampai hari ini dan sampai kapan lagi

My Pulau dot com

Post a Comment

My Pulau dot com

|| HOME ||

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan !