RSS Feed for This PostCurrent Article

Laba Bersih INDOSAT Tumbuh 54,0% Pada Semester I 2007

INDOSAT, 22 Agustus 2007 -  PT Indosat Tbk (”Indosat” atau “Perusahaan”) hari ini mengumumkan  hasil keuangan dengan penelaahan terbatas untuk periode yang berakhir 30 Juni 2007.  Perusahaan mencatatkan laba bersih untuk semester pertama 2007 sebesar Rp 845,1 milyar atau tumbuh sebesar 54,0% dibandingkan dengan semester pertama 2006. Perusahaan mencatatkan pendapatan usaha dan laba usaha untuk periode yang berakhir 30 Juni 2007 masing-masing sebesar Rp7.690,2 milyar dan Rp 2.028,0 milyar atau tumbuh masing-masing sebesar 33,3% dan 29,4%. Layanan selular, layanan data tetap (multimedia, internet dan komunikasi data) dan layanan telepon tetap memberikan kontribusi sebesar 77%, 13% dan 10% terhadap pendapatan usaha secara berurutan.

Indosat telah menyampaikan laporan-laporan tersebut kepada Bapepam, Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Purwantono, Sarwoko & Sandjaja, anggota Ernst and Young Global bertindak sebagai auditor independen Perusahaan. Perusahaan telah merubah format pelaporan menjadi format pelaporan pendapatan kotor menyusul penerapan interkoneksi berbasis biaya yang telah dimulai sejak Januari 2007. Dalam format pelaporan yang baru, Perusahaan melaporkan pendapatan dan biaya interkoneksi pada laporan laba rugi, dimana pada format pelaporan sebelumnya hanya pendapatan bersih dari interkoneksi yang dilaporkan pada laporan laba rugi.

Pendapatan usaha selular tumbuh 37,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang  lalu yang utamanya didorong oleh peningkatan jumlah pelanggan yang cukup signifikan, yaitu 20 juta pelanggan atau meningkat 3,3 juta pelanggan dari akhir tahun 2006. Pertumbuhan pelanggan pasca bayar (Matrix) dan pelanggan pra bayar (Mentari dan IM3) disebabkan perluasan cakupan, peningkatan kualitas layanan dan menguatnya brand positioning. Pendapatan usaha dari layanan data juga tumbuh sebesar 9,9%, dari Rp 927,3 milyar di semester pertama tahun 2006 menjadi Rp 1.018,7 milyar di semester pertama tahun 2007. Pertumbuhan pendapatan dari layanan data tetap, utamanya dikontribusikan dari pertumbuhan sirkit sewa, IPVPN dan internet yang  diakibatkan oleh meningkatnya permintaan pelanggan wholesale dan korporat.

Pendapatan usaha dari layanan telepon tetap juga meningkat dari Rp 548,9 milyar menjadi Rp  774,4 milyar atau tumbuh 41,1% dari tahun ke tahun yang disebabkan pertumbuhan pendapatan dari layanan sambungan internasional (SLI 001, SLI 008 dan Flat Call 01016) khususnya trafik panggilan incoming dan meningkatnya pendapatan dari layanan telepon tetap nirkabel atau fixed wireless (Starone) dengan bertambahnya kota yang menawarkan jasa ini. Pada semester  pertama 2007, Indosat berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar Rp 9 triliun atau sudah mencapai sekitar 100% dari rencana awal investasi untuk 2007. Investasi ini mencakup  penggelaran BTS di seluruh wilayah nusantara, dari wilayah padat sampai dengan wilayah terpencil di luar pulau Jawa, jaringan kabel yang menghubungkan pulau-pulau utama dan infrastruktur penunjang lainnya. Investasi besar ini ditujukan untuk meningkatkan layanan telekomunikasi di Indonesia, dengan demikian lebih banyak masyarakat akan memperoleh  manfaat dari layanan telekomunikasi Indosat. “Pencapaian Indosat pada semester pertama 2007 dikontribusikan dari meningkatnya permintaan layanan selular, data tetap dan telepon tetap. Kami juga berkomitmen untuk terus berinvestasi mengembangkan jaringan telekomunikasi dan tidak  akan pernah berhenti untuk mengembangkan layanan yang memberikan nilai lebih bagi   pelanggan. Untuk merealisasikan komitmen tersebut kami akan meningkatkan rencana investasi kami menjadi 1,2 milyar dollar Amerika Serikat dan pada saat yang sama merevisi target  penambahan jumlah pelanggan kami sebesar 6 ­ 7 juta pelanggan di 2007,” ungkap Johnny   Swandi Sjam, Direktur Utama Indosat. Laporan keuangan Perusahaan telah disiapkan berdasarkan pedoman standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Sebagai konsekuensi dari program penggelaran jaringan yang agresif, Perusahaan mengalami  kenaikan biaya depresiasi, biaya frekuensi dan biaya-biaya lainnya. Walaupun demikian, Perusahaan mampu mengelola pengeluarannya secara hati-hati. Hal tersebut dibuktikan dengan upaya  mempertahankan marjin EBITDA. Pada semester pertama tahun 2007, Perusahaan  mencatat EBITDA margin sebesar 57,4% (atau setara dengan 52,7% pada format pendapatan kotor).

Jumlah pajak penghasilan Indos at mengalami peningkatan dari Rp 254 milyar semester I 2006 menjadi Rp337 milyar atau tumbuh 32,7% di semester I 2007 sebagaimana tercatat dalam laporan keuangan Indosat.

“Indosat juga akan terus memberikan perhatian lebih dan komitmen yang tinggi untuk menjalankan praktek tata kelola Perusahaan termasuk dalam penyajian laporan keuangan untuk kepentingan para stakeholder,” tambah Johnny Swandi Sjam.

Popularity: 8% [?]

Trackback URL

My Pulau dot com

Post a Comment

Download Aplikasi keren untuk HP-mu

|| HOME ||

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan !