Layanan TELKOMSELsiaga raih 3 penghargaan MURI
By Riswan on Oct 29, 2007 in Berita
TELKOMSEL, Oktober 2007 - Dari 11 juta pemudik lebaran 2007 (baik yang berponsel maupun yang tidak), sekitar 3,6 juta merupakan pelanggan Telkomsel. Bahkan jaringan Telkomsel melayani sekitar 60% dari trafik komunikasi SMS pengguna mobile cellular di Indonesia saat hari raya Idul Fitri 1428 H.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Syarif Syarial Ahmad mengatakan, “Sebagai service leader, kami sangat konsen dengan upaya menghadirkan kelancaran dan kenyamanan berkomunikasi menjelang dan saat hari raya, dimana lonjakan trafik komunikasi biasanya meningkat dua kali lipat dari hari normal. Kami bersyukur seluruh layanan mulai dari voice, SMS, MMS, mobile data hingga 3G video call dapat dinikmati dengan nyaman oleh pelanggan.”
Dari sisi handling trafik SMS lebaran yang sering dijadikan parameter performansi jaringan suatu operator, pelanggan Telkomsel tetap nyaman ber-SMS person to person dengan jumlah SMS mencapai mencapai 419 juta saat peak day lebaran dan SMS layanan konten sebanyak 14 juta atau sekitar 60% traffik pengguna SMS mobile cellular.
Sedangkan Layanan akses khusus TELKOMSELsiaga *123# mendapat respon yang sangat positif sepanjang periode ramadhan dan mudik, tercatat terjadi kenaikan antusias pelanggan mencapai 330% dibanding tahun lalu dengan 283.360.102 hit (tahun lalu 65.845.518 hit).
“Kami bersyukur proses panjang dan menyeluruh dalam rangka menghadirkan kenyamanan pelanggan saat mudik dan Lebaran tahun ini, atau program yang kita kenal dengan TelkomselSiaga, menunjukan hasil yang signifikan bahkan memuaskan. Ini adalah keberhasilan bersama dalam melayani masyarakat”, ungkap Syarif.
Bahkan program TELKOMSELsiaga 2007 mendapat 3 (tiga) penghargaan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yakni : (1) Pemrakarsa dan penyelenggara posko layanan telekomunikasi kepada pemudik terlama sejak 1997, (2) Posko layanan telekomunikasi dengan jumlah terbanyak mencapai 580 posko, (3) Mudik gratis bersama dengan jenis kendaraan transportasi terbanyak (pesawat, kereta api, bus, mobil, motor).
Secara khusus, Kiskenda juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak khususnya: Polri, Dephub, Pemda, MURI, serta mitra vendor, content, dan dealer yang telah secara bersama menghadirkan kemanfaatan nyata bagi masyarakat luas. “Semoga ke depan kehadiran Telkomsel bersama mitra kerjanya semakin membawa manfaat bagi masyarakat luas, bangsa dan negara Indonesia”, papar Syarif.
Layanan Optimum
Dari pemantauan data jaringan, lebih dari 3,6 juta pemudik dari Jabotabek yang menggunakan layanan dari Telkomsel melakukan perjalanan mudik, terutama ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat.
Secara nasional di seluruh Indonesia pada seputar Idul Fitri kebutuhan akan pelayanan jasa Telkomsel secara umum meningkat. Secara time series, jumlah pelanggan yang mudik (moving peoples) dari Jabotabek ke berbagai daerah meningkat lebih dari 46% dibanding Idul Fitri tahun lalu. Meski sekitar 20% pelanggan yang biasa berada di Jabotabek mudik ke berbagai daerah, namun kebutuhan pelayanan komunikasinya justru meningkat sebesar 5,9%. Hal ini menunjukan bahwa masyarakat yang berada di Jabotabek saat itu juga membutuhkan pelayanan komunikasi lebih dari biasanya.
Akibat adanya peningkatan arus mudik dari Jabotabek menuju ke beberapa daerah, membawa konsekuensi jaringan di berbagai daerah mengalami penambahan beban pelayanan. Di Jawa Tengah terjadi peningkatan kebutuhan pelayanan pelanggan hingga 24,2%, hal yang sama juga terjadi di Sumatera Selatan (16,5%), Sumatera Barat (16%), Jawa Barat (11,4%), dan Jawa Timur (8,9%).
Layanan MMS dan NSP juga mengalami peningkatan dari rata-rata 95 ribu MMS saat normal, di periode Lebaran naik 109% menjadi 199 ribu. Demikian juga NSP dimana lagu-lagu rohani Islami dari Opick, Gigi, Ungu, dan Uje demikian populer. Kenaikan kebutuhan pelayanan NSP mencapai 197.000 NSP/hari atau melonjak 77% dari normalnya 111.000 NSP/hari.
Mengupayakan agar jaringan pada daerah yang sehari-hari (normalnya) hanya digunakan penduduk setempat dan terintegrasi secara nasional pada bentangan 3 time band (WIB, WITA dan WIT) dimana secara serentak mengalami lonjakan kebutuhan komunikasi, merupakan hal yang tidak mudah. Namun demikian, tingkat occupancy kapasitas jaringan secara nasional rata-rata 90% dengan keberhasilan panggil saat peak seasson relatif baik sekitar 93%.
Selama periode Mudik, Posko Siaga, yang terdiri dari Posko TELKOMSELsiaga, TELKOM Group, Posko POLRI, dan Posko ATPM, juga telah memberikan pelayanan langsung di lapangan kepada sekitar 317.714 pengunjung. Kebutuhan pelayanan untuk mendapatkan produk Telkomsel selama TelkomselSiaga di posko-posko sebanyak : 12.099 starter pack dan 192.456 unit voucher (6% fisik dan 94% elektrik).
Seiring perluasan jaringan 3G yang kini telah digelar di 70 kota termasuk 46 kota di jalur dan tujuan mudik Jawa, layanan yang cukup populer selama hari Lebaran tahun ini adalah video call, tercatat terjadi peningkatan komunikasi video call di wilayah mudik sebanyak 32.650 menit atau naik 97% dari hari normal 16.555 menit. Layanan kombinasi teks, suara, dan video ini menjadi alternatif komunikasi yang membawa pengalaman baru layaknya bersilaturahmi tatap muka.
Situasi di atas, memberikan gambaran bahwa kendali kapasitas dan penjaminan mutu serta kelancaran berkomunikasi yang dipersiapkan Telkomsel berada dalam track yang tepat. “Kami bersyukur bahwa upaya untuk menyediakan akses komunikasi pada situasi yang demikian itu, dapat terlayani dengan baik. Ini buah dari hasil kerja sinergy semua pihak, baik internal karyawan dan para mitra kerja dalam mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat”, demikian Syarif mengomentari seputar keberhasilan pelayanan ini.
Kesiapan Menyeluruh
Sebagai agenda rutin tahunan, disamping menyiapkan berbagai elemen infrastruktur jaringan yang menjadi hal utama untuk menjaminkan kelancaran dan kenyamanan komunikasi, Telkomsel secara intensif rutin tahunan juga selalu menyiapkan berbagai aspek layanan lainnya seperti : jaringan distribusi produk, layanan nilai tambah, sinergi pelayanan dalam penyediaan posko siaga, komunitas mudik, aspek sentuhan kemanusiaan yang bernuansa religius, hingga governance dan tranparan dengan melibatkan pers dan MURI.
Upaya Penjaminan Coverage dan Kapasitas Jaringan. Telkomsel bersama mitra vendor telah mempersiapkan sejak lama elemen jaringannya untuk menghadirkan jaringan terluas dan berkualitas. Bahkan tahun ini menjadi lebih spesial karena Telkomsel telah menggelar jaringan 3G di jalur utama mudik sepanjang pulau Jawa, melengkapi jaringan 2G Telkomsel yang telah melayani hingga pelosok pedesaan.
Hal ini dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan trend sekaligus melakukan create demand. “Kami hadir bukan semata karena disitu sudah ada demand, namun kami melayani dulu barulah pelanggan datang menikmatinya,” demikian Syarif menegaskan langkah nyata dari resep Telkomsel menjadi trend setter sekaligus market leader untuk kemudian memperkuat diferensiasinya menjadi service leader.
Upaya Penjaminan Ketersediaan Produk. Guna menjamin ketersediaan produk, maka Telkomsel bersama mitra dealer berupaya kapanpun dan dimanapun pelanggan tetap terlayani. Sekitar 300.000 jaringan distribusi dan pelayanan (GraPARI, GeraiHALO, KiosHALO, Retail nasional, Outlet dealer dan M-kios) siap melayani masyarakat.
Upaya Penjaminan Kenyamanan dan Keamanan. Untuk ini Telkomsel bersama mitra content provider, Polri, dan mitra asuransi, menghadirkan kenyamanan pemudik melalui program TelkomselSiaga. Terdapat 580 posko siaga dibangun bersama mitra untuk menjamin kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.
Upaya Good Corporate Citizenship. Meski secara substansial tidak memiliki limbah kimia atau limbah polutan lainnya, serta tidak melakukan perusakan alam, namun sebagai bagian dari pelaku ekonomi di Indonesia dalam industri yang menjadi infrastruktur pertumbuhan ekonomi serta memiliki manfaat pengganda pertumbuhan (multiplier effect) bagi perekonomian dan kemasyarakat daerah, Telkomsel tetap melakukan berbagai aksi kepedulian. Sebagai bagian dari program TELKOMSELsiaga dalam bentuk Safari Ramadhan yang menghadirkan 12 Dai kondang, Telkomsel melakukan aksi kepedulian sosial dengan memberikan bantuan untuk memberikan kehidmatan dan keceriaan kepada sekitar 17.200 anak yatim piatu, bantuan dana kepada lebih dari 125 yayasan panti asuhan, 22 komputer dan 100 paket buku kebajikan Indonesia untuk 20 SMP. Selain itu Telkomsel juga memberikan 2.500 Paket disepanjang daerah yang dilalui Safari Ramadhan/Drive Test kepadaa Pos Polisi, Pos Siaga, Dinas Kebersihan, dan Kaum Duafa.
Upaya Membangun Komunitas. Seiring dengan upaya Telkomsel dalam memberikan pelayanan terbaik sesuai corebusiness-nya, Telkomsel juga memberi nilai manfaat lebih sekaligus bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam melayani masyarakat, yakni dengan memberikan Mudik Gratis. Program ini memberangkatkan 5.000 komunitas pemudik dengan berbagai sarana transportasi (Motor, Bus, Mobil, Pesawat, dan Kereta Api).
Upaya Governance dan Transparan. Untuk meningkatakan kepercayaan diri dalam penjaminan kenyamanan layanan TELKOSMELsiaga, Direksi Telkomsel bersama sekitar 100 mitra pers melakukan perjalanan Drive Test guna melihat secara faktual dan teknis di lapangan. Berbagai hasil drive test langsung dipresentasikan oleh tim teknik kepada manajemen dan wartawan. Pada saat presentasi itu, Direksi juga melakukan open mind untuk menerima masukan dan saran dari mitra pers guna meningkatkan mutu pelayanan Telkomsel kepada masyarakat luas. Telkomsel juga melibatkan MURI ( Museum Rekor Dunia Indonesia ) untuk ikut memverifikasi sekaligus pencatatan berbagai layanan TelkomselSiaga untuk keperluan rekor MURI.
Popularity: 6% [?]


|| HOME ||