Flexi Hadir Di Papua
By Riswan on Nov 15, 2007 in Berita
TELKOM, Nopember 2007 - Menyusul kota-kota lain di Indonesia yang sudah menikmati layanan TELKOMFlexi, pada tanggal 14 November 2007, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meresmikan layanan TELKOMFlexi di Papua.
Direktur Konsumer PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Ermady Dahlan mengatakan sebagai perusahaan publik yang sahamnya didominasi anak bangsa, dalam mengembangkan bisnisnya Telkom tidak hanya membangun fasilitas komunikasi di perkotaan saja tetapi juga membangun fasilitas telekomunikasi yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia. “Diresmikannya layanan TELKOMFlexi di Papua merupakan bukti komitmen tersebut,” ujarnya.
Papua yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa tentunya memerlukan dukungan sarana telekomunikasi yang baik untuk mengelola kekayaannya. Telkom meyakini, telekomunikasi merupakan sarana yang ampuh untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Dalam hal ini Telkom bersama-sama seluruh komponen masyarakat Papua lainnya, siap berkiprah dalam percepatan pembangunan di Papua,” tegas Ermady.
Saat ini densitas telepon di Papua tergolong sangat kecil, yakni baru mencapai 2,1 SST/100 penduduk, padahal secara nasional densitas telepon mencapai nasional 6 SST/100 penduduk. “Angka inilah yang menjadi perhatian Telkom untuk terus-menerus membangun sarana telekomunikasi di Indonesia, khususnya di Papua,” ungkap Ermady.
Telkom sekarang dan masa yang akan datang membangun fasilitas telekomunikasi berbasis voice dititikberatkan menggunakan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) dengan brand TELKOMFlexi yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan teknologi jaringan kabel.
Saat ini layanan TELKOMFlexi secara nasional sudah memiliki sekitar 6 juta pelanggan di 265 kota, yang dilayani oleh sekitar 1700 BTS (Base Tranceiver Station), sedangkan di Papua saat ini terdapat tidak kurang dari 3.500 pelanggan TELKOMFlexi yang dilayani oleh 10 BTS yang sudah beroperasi. Diharapkan pada akhir tahun 2007 BTS di Papua dapat mencapai 27 BTS.
Lebih jauh Ermady Dahlan menegaskan bahwa tahun 2008 mendatang merupakan tahun tantangan bagi Telkom untuk melakukan pembangunan fasilitas telekomunikasi. “Telkom telah memprogramkan sekitar 20% atau sekitar 960 BTS dibangun di kawasan timur Indonesia dan khusus di Papua pada akhir tahun 2008 yang akan datang seluruh ibukota kabupaten dapat dilayani oleh TELKOMFlexi,” jelasnya.
Selain layanan TELKOMFlexi, Telkom juga sedang meningkatkan kemampuan kapasitas dan kualitas layanan broadband access TELKOMSpeedy. Di tahun 2007 ini jumlah pelanggan Speedy secara nasional mencapai sekitar 220.000 pelanggan. Saat ini, Telkom terus meningkatkan kualitas dan perluasan jaringan, sehingga apabila saat ini di Papua baru Timika saja yang dapat menikmati layanan Speedy, maka pada tahun 2008 diharapkan seluruh ibukota kabupaten di Papua sudah dapat menikmati layanan Speedy.
Sementara itu, berkaitan dengan pembangunan fasilitas telekomunikasi di daerah terpencil ataupun pulau terluar Indonesia, Ermady kembali menegaskan bahwa Telkom terus memperkuat komitmen untuk menyediakan fasilitas telekomunikasi di desa terpencil maupun pulau-pulau terluar Indonesia. “Telkom bertekad menjadi yang terdepan dalam Universal Service Obligation (USO),” tegasnya.
Ia memberi contoh, pada tanggal 10 Nopember 2007 lalu Telkom meresmikan layanan internet kecepatan tinggi (broadband) di salah satu pulau terluar Indonesia, yakni Pulau Natuna. Ia berharap seluruh desa di Papua kelak dapat menikmati fasilitas telekomunikasi.
Popularity: 5% [?]


|| HOME ||