Telkomsel Hadirkan Layanan 3G dan 3,5 G di Palangkaraya
By Riswan on May 27, 2008 in Featured, Berita
TELKOMSEL, Mei 2008 - Sebagai Kado Ulang Tahun ke-51 Kalimantan Tengah sekaligus mendukung Festival Budaya Dayak “Isen Mulang”, Telkomsel menghadirkan layanan 3G WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access) dan 3,5 G HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) di Palangkaraya.
Kini layanan 3G dan 3,5 G Telkomsel telah melayani 112 kota dengan 3.076 Node B (BTS 3G dan 3,5 G). Layanan ini memungkinkan pelanggan menikmati beragam fitur canggih, seperti: video call, video conference, video surveillance (melihat atau memantau lokasi langsung dari ponsel), mobileTV live (nonton TV), mobile video, serta high speed internet browsing and download mencapai 3,6 Mbps (mega byte per second).
Peresmian di Palangkaraya dilakukan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang SH bersama Direktur Operasi Telkomsel David Ng dalam rangkaian acara pembukaan event pariwisata Isen Mulang yang merupakan salah satu event budaya tahunan terbesar di Kalimantan khas suku Dayak.
Direktur Operasi Telkomsel David Ng mengatakan, “Untuk pertama kalinya, Telkomsel meghadirkan sekaligus 2 layanan berbasis teknologi canggih 3G dan 3,5 G di wilayah Indonesia, karena sebelumnya selalu bertahap dimulai dengan 3G baru disusul 3,5 G. Hal ini sebagai kado spesial bagi Palangkaraya Ibukota Kalimantan Tengah di ulang tahunnya ke-51, sekaligus wujud dukungan Telkomsel terhadap program pariwisata di sini. Dengan video call, masyarakat kini dapat berbagi kemeriahan dan keunikan “Festival Isen Mulang” ke teman atau saudara di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.”
Di samping potensi pariwisata, Palangkaraya juga dikenal sebagai kawasan pusat perdagangan dan pelayanan jasa di Kalimantan Tengah. Secara geografis letaknya sangat strategis sebagai jalur distribusi utama, menghubungkan lintas tengah Kalimantan. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif yang berpotensi menjadi simpul perdagangan regional. Lebih dari itu Palangkaraya juga menyimpan potensi hasil hutan (kayu), pertanian, pertambangan, dan kerajinan tangan.
“Kami berharap ragam layanan 3G dan 3,5 G Telkomsel dapat menjadi manfaat dalam memberdayakan berbagai potensi daerah Palangkaraya, seperti layanan video conference untuk koordinasi bisnis, video surveillance untuk memantau wilayah perkebunan, kehutanan, dan pabrik, bahkan kemampuan mobile internet, yakni mengirim data maupun browsing kecepatan tinggi dengan dukungan teknologi HSDPA Telkomsel,” ungkap David.
“Kehadiran layanan ini tentunya semakin meningkatkan kualitas layanan Telkomsel di wilayah ini, setelah sebelumnya sukses menggelar jaringan GSM-nya di seluruh ibukota kecamatan Kalimantan. Di samping melancarkan komunikasi antar penduduk, kami berharap layanan Telkomsel bisa meningkatkan daya tarik investasi, membuka peluang usaha, lapangan kerja baru, serta mempercepat pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan,” tambah David.
Dengan hadirnya 3G dan 3,5 G di Palangkaraya menjadikan seluruh ibukota propinsi Kalimantan terlayani layanan 3G dengan 86 Node B, di mana Palangkaraya sendiri saat ini dilayani 5 Node B yang meng-cover mulai dari Bandara hingga seluruh kota Palangkaraya, seperti wilayah Yos Sudarso, Dipenogoro, Galaxy, Kahayan, dan Tingang.
Saat ini pelanggan Telkomsel di Palangkaraya dan Kalimantan Tengah mencapai 550 ribu pelanggan, yang merupakan bagian lebih dari 4,9 juta pelanggan di Kalimantan.
“Hadirnya layanan ini tentunya telah ditunggu-tunggu masyarakat Palangkaraya, bahkan per hari ini tercatat 45.000 pelanggan telah registrasi 3G di Palangkaraya. Animo ini mencerminkan potensi yang sangat besar mengingat pertumbuhan pelanggan 3G pada umumnya merupakan pelanggan existing, ditambah lagi harga ponsel 3G yang makin murah,” papar Gideon Edi Purnomo, VP Telkomsel Area Pamasuka (Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan).
Telkomsel telah menggelar 3.076 Node B di 112 kota seluruh Indonesia. Jumlah pelanggan 3G Telkomsel pun terus meningkat secara signifikan mencapai sekitar 5,5 juta. Figur tersebut memposisikan Indonesia ranking 10 besar dunia dalam hal pertumbuhan jumlah pelanggan 3G bersama Jepang, Korea, Taiwan, Cina, Hongkong, Inggris, Perancis, Jerman, dan Australia.
Seiring dengan percepatan penggelaran jaringan 3G secara nasional, Telkomsel juga telah membuka kerjasama internasional video call 3G dengan lebih dari 20 negara, seperti: Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, Australia, Hongkong, Jerman, Belgia, Perancis, Arab Saudi, Italia, Yunani, Belanda, Jepang, Swedia, Brunei, Korea Selatan, Polandia, dan Inggris. Selain itu, Telkomsel juga menghadirkan customer service berbasis video layaknya dilayani 24 jam di konter pelayanan pelanggan melalui layar ponsel, dengan akses 136.
Dengan hadirnya layanan berbasis teknologi 3G (WCDMA) dan 3,5 G (HSDPA), kini pelanggan dilayani ragam teknologi Telkomsel sesuai kemampuan dan jenis ponsel yang digunakan pelanggan. Layanan berbasis Teknologi 3G merupakan kelanjutan dari evolusi teknologi GSM, di mana sebelumnya Telkomsel telah mengimplementasikan berbagai teknologi GSM: mulai dari generasi kedua (2G) berbasis CSD (Circuit Switched Data), GPRS (Global Packet Radio Service) atau 2½ G, EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution) atau 2¾ G dan WiFi (Wireless Fidelity). Dalam hal ini bila pelanggan yang berponsel 3G berada di luar jaringan 3G, secara otomatis akan dilayani oleh jaringan teknologi Telkomsel lainnya.
Popularity: 5% [?]



4 Comment(s)
By Perdana on Jul 27, 2008 | Reply
Palangka Raya kayaknya belum ada 3,5G deh…. 3,5G adanya pas ulang tahun Telkomsel saja. sekitar 2-3 mingguan setelh itu balik lagi ke kecepatan semula (seperti GPRS).
saya pakai telkomsel Flash di display modemnya sih tulisanya HSDPA dengan kekuatan sinyal 4Bar (jarak Bts sekitar dengan lokasi saya sekitar 150-200 meter) tapi kalau di test kecepatan dapatnya 64 kbps. Dan ini sudah saya tanyakan ke CSnya, tapi sampai akhir Juli ini masih aja seperti itu. kesimpulan saya sih Palangka Raya belum ada 3,5G buat internetnya.
By Mr. B?? on Oct 1, 2008 | Reply
Iya neh, kacian banget Palangkaraya selalu terbelakan.
By wa2n on Nov 13, 2008 | Reply
3.5G yang ada di palangkaraya itu cuma tipuan aja, sempat ada cuma beberapa minggu aja. ini adalah trik yang selalu dipergunakan oleh telkomsel untuk mencari pelanggannya. makin hari telkomsel semakin rakus!
By o-be on Nov 14, 2008 | Reply
masak iya si mas?
jangan berprasangka dulu…. nggak mungkin dong suatu operator gelar jaringan 3G atau apapun itu di suatu daerah cuma utk bbrp hari dan kemudian dimatiin lagi. Kan mereka udah invest perangkat, biaya operasional, de el el….
hati2 lo mas, ntar kalo sampean asal ngomong jatuhnya jadi fitnah, dan orang yg nyebar firnah itu tempanya di neraka lho…itupun kalo’ sampean percaya bahwa neraka itu ada…