RSS Feed for This PostCurrent Article

Hand Over (HO)

Hand Over (HO) ialah proses perubahan pelayanan/peng-handle-an sebuah Mobile Station (MS) dari suatu cell ke satu cell lain dikarenakan adanya pergerakan MS yang menjauhi cell awal dan mendekati cell baru. Hand Over hanya terjadi pada saat MS sedang melakukan hubungan dengan MS lain. Kalau perubahan peng-hadle-an terjadi pada saat MS sedang bebas (tidak melakukan call) maka proses itu disebut Location Update, bukan hand over.

ho1.jpg

Mekanisme Hand over dapat dibagi menjadi 2, yaitu :

  • Make Before Break, pada mekanisme ini, sebelum MS terhubung dan dilayani oleh cell yang baru, maka hubungan dengan cell lama tidak akan diputus. Hubungan dengan cell lama hanya akan diputus bila hubungan dengan cell baru sudah dapat dilakukan. Mekanisme ini dapat dilihat pada gambar di atas. Mekanisme ini dikenal juga dengan sebutan Soft Hand Over.
  • Break Before Make, pada mekanisme ini, MS akan memutuskan hubungan dengan cell lama walupun hubungan dengan cell baru belum tercapai. Akibatnya akan ada suatu periode waktu yang singkat dimana MS tidak dilayani oleh cell manapun. User akan merasakan akibat dari hal ini dalam bentuk terputusnya pembicaraanya sesaat.

Bila dilihat dari lingkup perpindahannya, maka HandOver bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  • HandOver Intra BSC, yaitu perpindahan peng-handle-an suatu MS dari satu cell ke cell lain, dimana kedua cell tersebut terhubung ke satu BSC yang sama.
  • HandOver Inter BSC, yaitu perpindahan peng-handle-an suatu MS dari satu cell ke cell lain, dimana kedua cell tersebut terhubung ke dua BSC yang berbeda, tapi masih dalam satu MSC yang sama.
  • HandOver Inter MSC, yaitu perpindahan peng-handle-an suatu MS dari satu cell ke cell lain, dimana kedua cell tersebut terhubung ke dua BSC yang berbeda, dan masing-masing BSC terhubung ke MSC yang berbeda juga.

Gambar di bawah ini menunjukan tahapan proces yang terjadi dalam sebuah handover inter BSC.

ho_proc.jpg

  1. MS menerima sinyal dari cell existing (lama) dan cell baru, serta melaporkan besar ukuran kuat sinyal yang diterima dari kedua cell tersebut ke cell lama dan selanjutnya ke BSC lama.
  2. Di MSC existing terjadi proces perhitungan untuk menentukan apakah akan dilakukan HandOver (HO) atau tidak. Bila hasilnya memutuskan bahwa perlu dilakukan handover, maka BSC existing akan mengirimkan sinyal permintaan handover ke MSC, dimana dalam sinyal ini terdapat informasi tentang cell tujuan handover, yaitu cell baru yang nantinya akan melayani MS tersebut.
  3. MSC akan mengetahui BSC mana yg mengontrol cell tujuan (Cell Baru) dan MSC akan mengirim sinyal permintaan handover ke BSC baru tersebut.
  4. BSC yang baru akan memerintahkan cell yang baru untuk mengalokasikan  sebuah chanel traffic (TCH) yang  nantinya akan digunakan oleh MS.
  5. BSC yang baru akan mengirimkan sinyal perintah melakukan  handover ke MS melalui MSC dan BSC yang lama. Sinyal ini mengandung informasi radio resource (frekuensi dan timeslot yang akan digunakan oleh MS di cell baru.
  6. MS akan berusaha melakukan pendudukan ke channel traffic (TCH) di cell yang baru  berdasarkan informasi yang diterimanya pada point 5. Pada sat ini BSC yang baru akan memberitahu MSC bahwa permintaan handover telah terdeteksi.
  7. BSC akan mengirimkan informasi phisycal radio resource berupa time correction dan  frequency correction ke MS. Selanjutnya MS akan membangun koneksi signaling ke BSC yang baru.
  8. Melalui koneksi signaling yang ada, MS akan memberitahukan BSC yang baru dan MSC bahwa proces handover telah selesai, hal ini dilakukan dengan mengirimkan sinyal handover complete.
  9. MSC akan memerintah BSC yang lama untuk me-release channel traffic (TCH) yang digunakan oleh MS di BSC itu.
  10. BSC yang lama akan memerintahkan cell yang lama untuk me-release channel traffic (TCH) yang digunakan oleh MS di cell tersebut. Dan selanjutkan MS akan dilayani oleh cell yang baru.

* cell = BTS

Popularity: 19% [?]

Trackback URL

  1. 9 Comment(s)

  2. By Nikolas on Feb 27, 2008 | Reply

    Mas riswan, aku ingin membuat sebuah aplikasi software di PC yang menampilkan prosedur terjadinya handover dari handset GSM. Kira - kira tool yang dipakai apa saja ya? Terimakasih.

  3. By riswan on Feb 28, 2008 | Reply

    Ma’af ni mas, saya ngk tahu.ma’af ngk bs bantu.

  4. By gigih on Mar 13, 2008 | Reply

    dalam sebuah penentuan titik site BTS yang akan dibangun tentunya melalui studi2 yang tdk mudah,bisakah pak Riswan jelasin lbh detail tentang maping ranges dan mengapa BTS didaerah tertentu hrs ada? thx anyway Broo

  5. By riswan on Mar 21, 2008 | Reply

    Mas Gigih, saya nggak tahu banyak ttg hal ini, tapi pernah baca2/dapet materi ttg teorinya. Kira-kira begini :
    Paling tidak, ada 2 alasan kenapa di suatu daerah hrs dibangun BTS baru :

    1). Coverage, kl daerah itu belum dicover oleh coverage dari BTS lain yg terdekat, sedangkan daerah itu potensial (banyak pelanggan yang mobil eke daerah itu).

    2). Capacity, daerah itu udh dicover oleh BTS lain, tp karena saking banyaknya pelanggan yang melakukan call dari daerah tsb sehingga kapasitasnya kurang. Maka, untuk menambah kapasitas dapat dilakukan dengan membangun BTS baru utk mencover daerah itu.

    Kl di suatu daerah belom ada BTS sama sekali, bbrp pertimbangan yg biasanya dipakai sbg justifikasi pembangunan BTS di dareah itu ialah :
    - taraf hidup masyarakat di daerah itu
    - profesi kebanyakan masyarakat di daerah itu
    - habit dan pola hidup masyarakat di daerah itu.

    Jika analisa ke-3 data di atas menunjukan justifikasi yang cukup utk membangun BTS, maka BTS dapat dibangun. Langkah selanjutnya yg harus dilakukan operator utk mengoptimalkan investasi pembangunan BTS tsb adalah edukasi dan promosi kepada masyarakat di daerah itu. Dengan edukasi danpromosi yg baik, pembangunan BTS tidak akan ada yg mubajir. Karena bagi maysrakat kita saat ini, komunikasi udh termasuk salah satu kebutuhan primer. Apalagi dengan tarif seluler yg begitu murah, maka ditambah dengan segudang kemudahan tlpn seluler (bila dibanding dgn fixed line), masyarakat pasti akan berpaling ke tlpn seluler. Inilah yg dilakukan oleh Telkomsel dengan program IKC-nya, hadir diseluruh ibu kota kecamatan di seluruh indonesia, lalu lakukan edukasi danpromosi ke calon pelanggan.

    Begitu kira2 Mas, mohon ma’af bila ada yg kurang.

  6. By Ranto on Jun 17, 2008 | Reply

    Malam Pak, Saya mau minta tolong tentang informasi yang lebih lanjut mengenai HO atau mengenai sistem telekomunikasi bergerak. Sudilah kiranya bapak mengirimkan nya ke email saya. Terimakasih.

  7. By Nasaruddin on Jul 10, 2008 | Reply

    Pagi Pak, seperti Bapak ungkapkan bahwa setiap saat MS akan menerima besar ukuran kuat sinyal dari suatu cell dan cell tetangga yang lain dan akan memutuskan handover dari besar kuat sinyal yang diterima, yang saya ingin tanyakan Pak, batas threshold (dBm) berapa MSC akan memutuskan untuk mengadakan handover?
    Terima kasih atas penjelasannya Pak.

  8. By zie on Sep 17, 2008 | Reply

    Mas,,saya mau tanya klo handoff,,bagian mana ato bahan pa aja dari handoff yah yg bisa d buat judul TA???

  9. By ihsan on Oct 31, 2008 | Reply

    mas ada simulasi dari parameter yang digunakan pada aplikasi handoff

  10. By andiwirawan on May 27, 2009 | Reply

    mas, misal MS melewati coverage 2 cell, baiknya kan ms hanya melakukan sekali HO [MS berpindah dari cell A ke B], tapi bila MS HO bbrp kali, [HOnya di deteksi dari cell A ke B trus blk lagi ke A trus ke B lagi, padahal arah perpindahan sekali jalan dari A ke B] itu dmn masalahnya ya? langkah apa yang perlu dilakukan untuk perbaikan cell. parameter parameter apa saja yang mempengaruhinya dan harus di analisa? trima kasih sebelumnya

My Pulau dot com

Post a Comment

My Pulau dot com

|| HOME ||

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan !