Telkomsel Hadirkan Broadband Network di Indonesia Timur
By Riswan on May 8, 2009 in Featured, Berita
TELKOMSEL, Mei 2009 - Untuk mendukung perkembangan wilayah Indonesia Timur, Telkomsel telah meningkatkan kapasitas jaringannya dengan menambahkan 930 Mega byte per second (Mbps) melalui kerjasama dengan Metra sebagai penyedia link transmisi.
Peningkatan kapasitas jaringan ini merupakan upaya Telkomsel dalam upaya menggelar High Performance Broadband Network untuk koneksi Jawa-Makassar-Ambon-Papua, dengan menggunakan transmisi Satelit IDR (Intermediate Data Rate) mengingat tidak adanya link transmisi Fiber Optic dan Terrestrial.
Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, ”Peningkatan kapasitas jaringan merupakan langkah kesiapan Telkomsel sebagai Broadband Network Operator. Sebelumnya kondisi koneksi dari Jawa ke wilayah Indonesia Timur menggunakan transmisi satelit IDR dengan tipe koneksi berbasis E1, mengingat kebutuhan kapasitas yang sangat besar maka kami menggelar tipe koneksi bundling STM-1 (Synchronuse Transfer Mode 1), di mana 1 STM-1 setara dengan 63 E1 atau 155 Mbps. Penerapan link transmisi dalam bentuk bundling STM-1 berbasis IP (Internet Protool) ini merupakan pertama di dunia.”
Program peningkatan kapasitas ini telah dimulai sejak Juli 2008 dan selesai April 2009, dengan tambahan kapasitas baru 6 (enam) STM-1 setara dengan 378 E1 atau 980 Mbps. Penggelaran link transmisi tersebut terbagi dalam 2 tahap, yakni periode Juli-Nopember 2008 untuk koneksi Ambon dan Papua menuju Makassar sebanyak 3 STM-1 dan Nopember 2008 s.d. April 2009 Ambon dan Papua menuju Surabaya sejumlah 3 STM-1.
Direktur Utama Metra Alex Sinaga menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel atas kepercayaannya kepada Metra untuk permintaan penyediaan layanan menggunakan teknologi jaringan STM-1 yang merupakan teknologi canggih modulasi 64QAM (Quadrature Amplitude Modulation) berkecepatan tinggi yang mutakhir.
Untuk mendukung kehandalan performansi link transmisi 6 STM-1 tersebut, pada titik HUB di Makassar, Surabaya, dan Timika dipasang antena ground station berdiameter 13 meter. Sedangkan di Ambon dan Jayapura dipasang antena berdiameter 9 s.d. 13 meter yang didukung oleh provider satelit seperti TELKOM, METRA, PSN, CSM, dan TELENET.
Dengan adanya penambahan kapasitas baru 6 STM-1 atau 930 Mbps ini, kini Telkomsel telah menghadirkan kapasitas transmisi sekitar 3.000 Mbps guna memenuhi kebutuhan komunikasi suara dan data dari Ambon-Jayapura-Timika ke Manado, Makassar, Surabaya, dan Jakarta.
Dalam pengoperasiannya, setiap STM-1 didukung 2 transporder satelit sehingga 6 STM-1 tersebut menggunakan 12 transponder atau separuh kapasitas sebuah satelit. Telkomsel saat ini telah menggunakan 3 satelit untuk melayani berbagai wilayah Indonesia terutama kawasan Indonesia Timur dan daerah pedalaman serta pebatasan negara.
Penambahan kapasitas tersebut tentunya akan meningkatkan kenyamanan komunikasi pelanggan yang berada di kawasan Indonesia Timur, sekaligus terhubung dengan seluruh jaringan Telkomsel yang dilayani 27.500 BTS menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia, serta didukung teknologi layanan data mulai dari GPRS, EDGE, 3G WCDMA, hingga HSPDA.
Di samping itu untuk melayani lebih dari 73 juta pelanggan di seluruh Indonesia, Telkomsel menyediakan kapasitas handling SMS sebesar 47.100 SMS/detik atau berkemampuan melayani hingga 4 miliar SMS/hari dan kapasitas handling pelanggan atau HLR (Home Location Register) hingga lebih dari 100 juta pelanggan.
Popularity: 5% [?]


|| HOME ||