<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Mobile Indonesia [dot] net &#187; A</title>
	<link>http://mobileindonesia.net</link>
	<description>Sharing Knowledge, Sharing Information.</description>
	<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 06:10:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Access Grant CHannel (AGCH)</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2007/07/01/access-grant-channel-agch/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2007/07/01/access-grant-channel-agch/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jul 2007 10:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kamus Mobile]]></category>

		<category><![CDATA[A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2007/07/01/access-grant-channel-agch/</guid>
		<description><![CDATA[AGCH (Access Grant CHannel) adalah sebuah Common Control CHannel (CCCH) yang digunakan hanya pada arah downlink dan pada time slot genap (0,2,4, dan 6) dari BCCH-TRX. AGCH digunakan untuk mengg-assign SDCCH dari BTS ke MS dan mengirimkan sinyal IMM_ASS (IMMediate ASSign). Karena proces pengiriman IMM_ASS ini bersifat point to multi point, maka tidak diperlukan header [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AGCH (Access Grant CHannel) adalah sebuah Common Control CHannel (CCCH) yang digunakan hanya pada arah downlink dan pada time slot genap (0,2,4, dan 6) dari BCCH-TRX. AGCH digunakan untuk mengg-assign SDCCH dari BTS ke MS dan mengirimkan sinyal IMM_ASS (IMMediate ASSign). Karena proces pengiriman IMM_ASS ini bersifat point to multi point, maka tidak diperlukan header dalam process pengirimannya. Tergantung dari channel configurasi yang dipilih, AGCH akan men-share channel downlink CCCH yang available dengan channel paging (PCH) dan SDCCH. Kecapatan transmisi utk setiap blok AGCH  adalah sebesar 782 bps.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2007/07/01/access-grant-channel-agch/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atdm-asynchronous-time-division-multiplexing/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atdm-asynchronous-time-division-multiplexing/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2004 17:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atdm-asynchronous-time-division-multiplexing/</guid>
		<description><![CDATA[Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM) adalah teknik multiplexing dalam system penyaluran berbasis kanal dimana tidak dilakukan scaning informasi berdasarkan periode waktu tertentu sehingga paket-paket data dari satu sumber informasi tidak  akan ditempatkan pada time slot yang sama, seperti halnya pada STDM, melainkan pada time slot yang acak. Karena itu, bila pada STDM informasi dikenali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM)</strong> adalah teknik multiplexing dalam system penyaluran berbasis kanal dimana tidak dilakukan scaning informasi berdasarkan periode waktu tertentu sehingga paket-paket data dari satu sumber informasi tidak  akan ditempatkan pada time slot yang sama, seperti halnya pada STDM, melainkan pada time slot yang acak. Karena itu, bila pada STDM informasi dikenali dari nomor time slot, maka dalam ATDM tidak bisa. Pengenal informasi dalam ATDM adalah nomor VCI/VPI yang terdapat pada header-nya.</p>
<p>Karena tidak ada proses scanning yang bersiklus tetap terhadap input dan tidak terdapat pengalokasian time slot yang tetap untuk setiap input-nya, maka ketika di beberapa input tidak terdapat informasi, di output tidak akan terdapat time slot yang kosong. Karena time slot di output akan diisi oleh informasi dari sembarang input lainnya, sehingga tingkat utilitas output akan menjadi tinggi.</p>
<p align="center"><a href="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/atmd.jpg" title="atmd.jpg"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/atmd.jpg" alt="atmd.jpg" /></a></p>
<p align="center">Gambar Perbandingan antara STDM dan ATDM</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atdm-asynchronous-time-division-multiplexing/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Abis-Interface</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/abis-interface/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/abis-interface/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2004 17:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2005/01/01/abis-interface/</guid>
		<description><![CDATA[Abis-Interface adalah interface antara BTS dan BSC. Abis-interface adalah sebuah interface PCM 32, sama seperti interface terestrial lainnya di GSM. Kecepatan transmisi pada Abis-interface adalah 2.048 Mbps, yang dibagi dalam 32 kanal dengan kecepatan masing-masingkanal sebesar  64 Kbps. Protocol-protocol di Abis-interface sangat bersifat vendor specifik, konsekwensinya, sebuah BTS dari pabrikan vendor A tidak bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify"><strong><span lang="PT-BR">Abis-Interface</span></strong><span lang="PT-BR"> adalah interface antara BTS dan BSC. Abis-interface adalah sebuah interface PCM 32, sama seperti interface terestrial lainnya di GSM. </span><span lang="PT-BR">Kecepatan transmisi pada Abis-interface adalah 2.048 Mbps, yang dibagi dalam 32 kanal dengan kecepatan masing-masingkanal sebesar<span>  </span>64 Kbps. Protocol-protocol di Abis-interface sangat bersifat vendor specifik, konsekwensinya, sebuah BTS dari pabrikan vendor A tidak bisa dihubungkan dengan BSC dari pabrikan vendor B. Gambar di bawah ini menunjukan stack protocol OSI pada Abis-interface.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify" align="center"><a href="http://mobileindonesia.net/2005/01/01/abis-interface/abisjpg/" rel="attachment wp-att-147" title="abis.JPG"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/07/abis.JPG" alt="abis.JPG" align="left" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt; text-align: justify">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/abis-interface/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Asyncrhonous Tranfer Mode (ATM)</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atm-asyncrhonous-tranfer-mode/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atm-asyncrhonous-tranfer-mode/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2004 17:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atm-asyncrhonous-tranfer-mode/</guid>
		<description><![CDATA[ATM  (Asyncrhonous Tranfer Mode) adalah  suatu teknologi yang dapat menyalurkan dan melayani semua jenis service seperti suara, data , dan gambar dalam satu jaringan digital yang terintegrasi. ATM Merupakan teknologi yang mendukung komunikasi broadband, dimana satu saluran dapat digunakan untuk  mentransmisikan informasi yang berbeda-beda jenisnya dengan kecepatan yang relatif tinggi.

ATM menyalurkan informasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ATM  (Asyncrhonous Tranfer Mode)</strong> adalah  suatu teknologi yang dapat menyalurkan dan melayani semua jenis service seperti suara, data , dan gambar dalam satu jaringan digital yang terintegrasi. ATM Merupakan teknologi yang mendukung komunikasi broadband, dimana satu saluran dapat digunakan untuk  mentransmisikan informasi yang berbeda-beda jenisnya dengan kecepatan yang relatif tinggi.</p>
<p align="center"><a href="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/atm.jpg" title="atm.jpg"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/atm.jpg" alt="atm.jpg" /></a></p>
<p>ATM menyalurkan informasi dengan menggabungkan prinsip dari dua teknologi pendahulunya, yaitu cara sinkron yang berbasis kanal  dan cara tak sinkron dengan panjang paket tidak tetap.  Dalam ATM digunakan panjang paket yang tetap yaitu 53 byte, dimana 48 byte digunakan sebagai byte informasi dan 5 byte sebagai header. Dalam paket yang disebut sel inilah berbagai jenis informasi itu ditampung dan di transmisikan.</p>
<p>Service-service dalam ATM dapat dikategorikan dalam  beberapa jenis, dimana  tiap-tiap sevice itu mempunyai standart Quality of Service (QoS) yang berbeda-beda.  Jenis-jenis service yang dimaksud adalah :  Constant Bit Rate (CBR), Variable BIT Rate (VBR), Available Bit Rate (ABR), dan Unspecified Bit Rate (UBR). Adanya perbedaan Quality of Sevice pada masing-masing service ini mengakibatkan adanya perbedaan perlakuan jaringan ATM terhadap informasi yang ditransmisikan, sehingga jaringan harus cukup pintar untuk menentukan informasi mana yang memmpunyai prioritas lebih tinggi untuk ditransmisikan.</p>
<p>Jenis-jenis layanan dalam ATM adalah :</p>
<p><strong>Constant Bit Rate (CBR)</strong> adalah kategori layanan dalam ATM yang didisain untuk mendukung aplikasi yang membutuhkan kecepatan transmisi yang bisa dijamin konsistensinya sepanjang hubungan berlangsung (highly predictable transmission rate).   CBR menjaga hubungan sinkronisasi antar pengguna akhir selama hubungan berlangsung. CBR pada dasarnya ditargetkan untuk mendukung aplikasi layanan suara (telephony) yang toleransi terhadap delay jaringannya sangat ketat.</p>
<p><strong>Variable Bit Rate (VBR) </strong>adalah  kategori layanan dalam ATM yang ditujukan bagi aplikasi yang kurang sensitif terhadap variasi kecepatan. Kategori layanan ini memberikan jaminan terhadap suatu kecepatan standar yang disebut sustainable cell rate-SCR, tetapi pengguna masih dimungkinkan untuk melebihi kecepatan tersebut sampai dengan suatu kecepatan maksimum yang disebut Peak Cell Rate-PCR, selama trafik di jaringan belum maksimal. Berdasarkan ketergantungannya terhadap aspek waktu (atau delay jaringan) VBR dikelompokkan lebih jauh ke dalam dua jenis layanan sebagai berikut: Real Time (rt-VBR) dan Non Real Time (nrt-VBR)</p>
<p><strong>Real Time Variable Bit Rate (   Rt-VBR)</strong> adalah jenis layanan ATM yang ditujukan untuk   aplikasi  yang mempunyai ketergantungan relatif tinggi terhadap delay tetapi agak longgar terhadap variasi kecepatan. Pengguna jaringan sama-sama menunggu suatu respon, dan memelihara timing relationships selama hubungan berlangsung. Contoh aplikasi yang mungkin menggunakan layanan ini misalnya, Video conferencing, dan telepon (voice) yang menggunakan teknik kompresi dan silence suppression (teknik yang memanfaatkan waktu jeda bicara untuk diisi pengguna lain dengan metoda statistical bandwidth sharing).</p>
<p><strong>Non  Time Variable Bit Rate (Nrt-VBR)</strong>  adalah  jenis layanan ATAM yang ditujukan untuk i aplikasi aplikasi yang mempunyai &#8220;toleransi yang lebih longgar&#8221; terhadap delay jaringan sehingga tidak membutuhkan  timing relationships yang terlalu ketat antar sisi penggunanya (interaksi antar user tidak terlalu tinggi). Aplikasi non real time seperti store and forward video, atau aplikasi data yang membutuhkan performansi tinggi atau cell loss rendah (misalnya aplikasi transaksi) merupakan kandidat potensial untuk kategori layanan nrt-VBR.</p>
<p><strong>Available Bit Rate (ABR)</strong> adalah kategori layanan yang didisain untuk aplikasi data yang membutuhkan probabilitas cell loss rendah, tetapi memberikan toleransi terhadap variasi kecepatan transmisi dan delay jaringan. Dengan ABR, keberadaan sumber daya jaringan (network resource) dijamin dalam batas minimum. Tetapi saat jaringan idle, pengguna dimungkinkan untuk mengirimkan informasinya secara maksimum (bursting) sampai pesan pemberitahuan  congestion (sibuk) dari jaringan diterima. Aplikasi yang potensial untuk kategori layanan UBR misalnya Web browser.</p>
<p><strong>Unspecified Bit Rate (UBR)   </strong>adalah jenis layanan ATM yang mempunyai kemungkinan loss yang paling besar. Kategori layanan ini dapat dimisalkan seperti kita naik pesawat sebagai penumpang cadangan, kemudian setelah sampai di atas ketahuan bahwa bebannya lebih (overweight), dalam kasus seperti ini maka kita merupakan penumpang pertama yang akan diterjunkan melalui parasut (dalam hal ini buffer), tetapi bila ternyata persedian parasut-pun habis berarti kitalah penumpang pertama yang akan ditendang ke angkasa! (dengan kata lain cell UBR adalah cell yang mempunyai kemungkinan paling besar untuk hilang – highest cell loss probability). Aplikasi yang cocok untuk kategori layanan ini misalnya e-mail.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/atm-asyncrhonous-tranfer-mode/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Advanced Mobile Phone Service (AMPS)</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/amps-advanced-mobile-phone-service/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/amps-advanced-mobile-phone-service/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2004 17:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2007/06/29/amps-advanced-mobile-phone-service/</guid>
		<description><![CDATA[AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile telephon generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system analog FDMA (Freqwency Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 MHz, 821 – 849 MHz untuk base station receiving dan 869 – 894 MHZ  untuk base station transmitting.  Karena masih mengunakan teknologi analog, AMPS memiliki beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AMPS (Advanced Mobile Phone Service)</strong> adalah teknologi mobile telephon generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system analog FDMA (Freqwency Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 MHz, 821 – 849 MHz untuk base station receiving dan 869 – 894 MHZ  untuk base station transmitting.  Karena masih mengunakan teknologi analog, AMPS memiliki beberapa kekurangan antara lain :</p>
<ul>
<li>Kapasitasnya masih terbatas, karena dalam system analog penggunaan suatu kanal akan dedicated untuk suatu subscriber. Maka pada saat  subscriber itu tdk dalam keadaan berkomunikasi, kanal itu tdak dapat digunakan oleh subscriber lain.</li>
<li>Feature yang ditawarkan masih terbatas pada suara.</li>
<li>Keamanan, dimana system analog sangat gampang utk disadap.</li>
</ul>
<p>AMPS pertama kali diuji coba di Chicago pada tahun 1978. Berikutnya pada tahun 1981 AMPS mulai digunakan di Jepang dan berkembang ke beberapa Negara Eropa dan Asia lainnya.</p>
<p>Selain AMPS, di Amerika Serikat juga berkembang variant dari AMPS yang disebut NAMPS (Narrow band AMPS), yang dikembangkan oleh Motorola. NAMPS masih menggunakan sistem radio analog, sama dengan AMPS, uplink dan downlink frekwensinya juga masih sama dengan AMPS. Bedanya ialah, NAMPS menggunakan kanalyang lebih sempit (10 KHz) daripada  yang digunakan AMPS (30 kHz). Akibatnya jumlah kanal yang diperoleh akan 3 kali lebih banyak, yang berarti kapasitasnya juga bertambah menjadi  3 kalinya.</p>
<p>Pada tahap selanjutnya, AMPS berkembang menjadi DAMPS (Digital AMPS) atau dikenal juga dengan sebutan IS-45B, dimana kanal voice-nya sudah menggunakan teknologi digital dengan menggunakan TDMA (Time Division Multiple Access), tetapi kanal signaling-nya masih analog. Dengan TDMA, setiap kanal dibagi-bagi dalam time slot – time slot yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh semua user. Sehingga utilisasi dapat ditingkatkan dan capasitas juga meningkat.</p>
<p>Selanjutnya, DAMPS atau IS-45B berkembang menjadi IS-136, dengan menggunakan kanal voice dan kanal signaling yang sudah diditalisasi. IS-136 dapat beroperasi pada frekwensi 800 MHZ dan 1900 MHz. Di Amerika Utara, IS-136 ini dikenal dengan sebutan PCS (Personal Communication Service).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/amps-advanced-mobile-phone-service/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A-Interface</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/a-interface/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/a-interface/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2004 17:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[A]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2005/01/01/a-interface/</guid>
		<description><![CDATA[A-Interface  adalah interface antara BSC dan MSC. Secara phisik, A-interface terdiri dari satu atau lebih link PCM antara MSC dan BSC, dimana tiap-tiap linknya berkapasitas 2 Mbps. A-interface dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

Bagian antara BTS dan TRAU, dimana data yang ditansmisikan masihd alam bentuk yang dikompress.
Bagian antara TRAU dan MSC, diman adata yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A-Interface</strong>  adalah interface antara BSC dan MSC. Secara phisik, A-interface terdiri dari satu atau lebih link PCM antara MSC dan BSC, dimana tiap-tiap linknya berkapasitas 2 Mbps. A-interface dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :</p>
<ul>
<li>Bagian antara BTS dan TRAU, dimana data yang ditansmisikan masihd alam bentuk yang dikompress.</li>
<li>Bagian antara TRAU dan MSC, diman adata yang ditransmisikan tidak dalam bentuk yang dikompress.</li>
</ul>
<p>A-interface menggunakan SS7 dengan SCCP sebagai usre partnya.GSM menggunakan signalling standart yang sudah ada  (SS7 plus SCCP) pada A-interface dan sebuah applikasi baru, yaitu BSSAP (Base Station Sub-system Application Part). BSSAP dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : Base Station Sub-system Management Application Part (BSSMAP) dan Direct Transfer Application Part (DTAP). Gambar di bawah ini menunjukan diagaram A-Interfcae dalam stack OSI layer.</p>
<p align="center"> <a href="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/07/ainterface.JPG" title="ainterface.JPG"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/07/ainterface.JPG" alt="ainterface.JPG" /></a></p>
<p>BSSMAP terdiri dari informasi yang ditransmisikan antara BSC dan MSC, dimana informasi tsb diproces oleh BSC. Seperti PAGING, HND_CMD, dan informasi RESET. Secara umum, BSSMAP mengandung semua informasi yang dipertukarkan sebagai Radio Resource Management antara MSC dan BSC, dan juga message yang digunakan sebagai control task antara BSC dan MSC.</p>
<p>DTAP mengandung semua informasi yang dipertukarkan antara sebuah subsystem NSS dan MS. Message-message ini transparan untuk BSS. Message-message ini meliputi semua informasi yang digunakan untuk Mobility Management, kecuali LOC_UPD_REQ, IMSI_DET_IND, dam CM_SERV_REQ.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2005/01/01/a-interface/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
