<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Mobile Indonesia [dot] net &#187; E</title>
	<link>http://mobileindonesia.net</link>
	<description>Sharing Knowledge, Sharing Information.</description>
	<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 06:10:34 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Erlang</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2007/01/01/erlang/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2007/01/01/erlang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2006 17:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[E]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2005/01/01/erlang/</guid>
		<description><![CDATA[Erlang adalah  satuan intensitas trafik yang diambil dari nama seorang ilmuan Dermark, Agner Krarup Erlang (1878-1929).

Agner Krarup Erlang (1878-1929)
Erlang juga dapat diartikan sebagai jumlah rata-rata saluran yang diduduki secara bersamaan dalam periode waktu tertentu.
A = Y * S
A = N * P
Dimana :
A = Trafic flow (dalam Erlang)
Y = Jumlah call per satuan waktu
S [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Erlang</strong> adalah  satuan intensitas trafik yang diambil dari nama seorang ilmuan Dermark, Agner Krarup Erlang (1878-1929).</p>
<p align="center"><a href="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/erlang.jpg" title="erlang.jpg"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/erlang.jpg" alt="erlang.jpg" /></a></p>
<p align="center">Agner Krarup Erlang (1878-1929)</p>
<p>Erlang juga dapat diartikan sebagai jumlah rata-rata saluran yang diduduki secara bersamaan dalam periode waktu tertentu.</p>
<p><strong>A = Y * S</strong></p>
<p><strong>A = N * P</strong></p>
<p>Dimana :</p>
<p><strong>A</strong> = Trafic flow (dalam Erlang)</p>
<p><strong>Y</strong> = Jumlah call per satuan waktu</p>
<p><strong>S</strong> = Holding time rata-rata</p>
<p><strong>N</strong> = Jumlah total subscriber</p>
<p><strong> P</strong> =  Trafik rata per subscriber</p>
<p>Contoh :</p>
<p>Misalkan ada suatu sentarl telepon dengan data data sebagai berikut :</p>
<p>- dalam 1 jam rata-rata terdapat  1800 panggilan baru</p>
<p>- Waktu pendudukan rata setiap panggilan adalah 3 menit</p>
<p>maka :</p>
<p>Intensitas tarfik = 1800 x 3/60 = 90 Erlang</p>
<p>Ada = 1800/60 = 30 call/menit = 0,5 call/detik à Y</p>
<p>S = 3 x 60 = 180 detik</p>
<p>A = Y * S = 0,5 * 180 = 90 Erlang.</p>
<p>Berikut ini beberapa istilah trafik lainnya :</p>
<p><strong>GOS (Grade of Service) </strong>adalah Probabilitas banyak call yang akan direject (lost call) oleh system. Contoh suatu system telekomunikasi mempunyai GOS 0,2 % ,  berarti dari 1000 call akan ada 2 call yang tidak diteruskan.</p>
<p><strong>Trafik yang ditawarkan (Offered Traffic) (To)</strong> adalah Jumlah rata-rata upaya pendudukan selama periode waktu yang sama dengan waktu rata-rata pendudukan dari pendudukan yang sukses. Dapat juga dianggap sebagai jumlah occupansi (pendudukan) dan call congested dikalikan dengan rata – rata holding time dari pendudukan.</p>
<p><strong>Trafik yang dimuat (Carried Trafic) (Tc) </strong>adalah Jumlah rata-rata simultaneous call selama interval waktu tertentu. Bagian dari offered traffic yang dapat dilayani dan diteruskan oleh system. Atau dapat juga menggunakan definisi dari intenstitas trafik.</p>
<p>Trafik yang ditolak (Lost Trafic) (TL ) adalah Bagian dari offered trafik yang tidak dapat dilayani oleh sistem, dimana penyebabnya dapat berupa karena kongesti, ataupun error dalam switching proses.</p>
<p><strong>To = Tc + TL</strong></p>
<p><strong>Attempt</strong> adalah  segala jenis action yang menginisiate proses pembentukan hubungan. Attempt mengakibatkan sebuah device/circuit berubah statusnya dari idle menjadi busy/sibuk atau trafik di suatu kannal terukur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2007/01/01/erlang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Enhanced Data for Global Evolusiopn (EDGE)</title>
		<link>http://mobileindonesia.net/2007/01/01/edge-enhanced-data-for-global-evolusiopn/</link>
		<comments>http://mobileindonesia.net/2007/01/01/edge-enhanced-data-for-global-evolusiopn/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2006 17:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Riswan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[E]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mobileindonesia.net/2005/01/01/edge-enhanced-data-for-global-evolusiopn/</guid>
		<description><![CDATA[EDGE (Enhanced Data for Global Evolusiopn) adalah teknologi evolusi dari GSM dan IS-136. Tujuan pengembangan teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efesiensi spectrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasistas.
Pengaplikasian EDGE pada jaringan GSM phase 2+ seperti GPRS dan HSCSD dilakukan dengan penambahan physical layer baru pada sisi Radio Access Network [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>EDGE (Enhanced Data for Global Evolusiopn)</strong> adalah teknologi evolusi dari GSM dan IS-136. Tujuan pengembangan teknologi baru ini adalah untuk meningkatkan kecepatan transmisi data, efesiensi spectrum, dan memungkinkannya penggunaan aplikasi-aplikasi baru serta meningkatkan kapasistas.</p>
<p>Pengaplikasian EDGE pada jaringan GSM phase 2+ seperti GPRS dan HSCSD dilakukan dengan penambahan physical layer baru pada sisi Radio Access Network (RAN). Jadi tidak ada berubahan di sisi core network seperti MSC, SGSN, ataupun GGSN. Gambar di bawah ini menunjukan perubahan yang diperlukan pada system GPRS yang diupgrade menjadi EDGE.</p>
<p align="center"><a href="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/edge1.jpg" title="edge1.jpg"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/edge1.jpg" alt="edge1.jpg" /></a></p>
<p>Gambar di bawah ini menunjukan interface di Radio Access Network (RAN) pada jaringan EDGE.</p>
<p align="center"><a href="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/edge2.jpg" title="edge2.jpg"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/edge2.jpg" alt="edge2.jpg" /></a></p>
<p> Pada GPRS menawarkan kecepatan data sebesar 115 kbps, dan secara teori dapat mencapai 160 kbps. Sedangkan pada EDGE kecepatan datanya sbesar 384 kbps, dan secara teori dapat mencapai 473,6 kbps. Secara umum kecepatan EDGE tiga kali lebih besar dari GPRS. Hal ini dimungkinkan karena pada EDGE digunakan teknik modulasi (EDGE menggunakan 8PSK,GPRS menggunakan GMSK) dan metode error teleransi yang berbeda dengan GPRS, dan juga mekanisme link adaptasi yang diperbaiki. EDGE juga menggunakan coding scheme yang berbeda dengan GPRS. Dalam EDGE dikenal 9 macam coding scheme, sedangkan di GPRS hanya ada 4 coding scheme.</p>
<p align="center"><a href="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/edge3.jpg" title="edge3.jpg"><img src="http://mobileindonesia.net/wp-content/uploads/2007/06/edge3.jpg" alt="edge3.jpg" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mobileindonesia.net/2007/01/01/edge-enhanced-data-for-global-evolusiopn/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
